Jakarta (ANTARA) - Perusahaan konstruksi nasional PT PP (Persero) Tbk (PT PP) menyebut progres pembangunan peningkatan Jalan Kawasan West Residence di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Ibu Kota Nusantara (IKN) telah mencapai 65,85 persen hingga Maret 2026.
Corporate Secretary PT PP Joko Raharjo mengatakan capaian tersebut melampaui target rencana sebesar 60,69 persen atau lebih cepat sekitar 5,15 persen.
“PT PP terus berkomitmen menghadirkan kualitas konstruksi terbaik serta memastikan proyek strategis nasional di Ibu Kota Nusantara dapat berjalan tepat waktu dan memberikan manfaat bagi pengembangan kawasan serta konektivitas di masa depan,” ujar Joko berdasarkan keterangannya di Jakarta, Selasa.
Proyek tersebut dikerjakan oleh konsorsium PT PP, PT Mada Wikri Tunggal (MWT) dan PT Satria Bahana Sarana (SBS) Kerja Sama Operasi (KSO) dan dimulai sejak diterbitkannya Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) pada 29 Juli 2024 dengan nilai kontrak proyek yang mencapai angka sekitar Rp1,3 triliun.
Peningkatan Jalan Kawasan West Residence mencakup pembangunan infrastruktur jalan kawasan yang terintegrasi dengan utilitas, sistem drainase, jalur pedestrian, serta penataan ruang terbuka hijau di kawasan IKN.
Baca juga: Nol rupiah mudik lewat jalan tol IKN, tapi tetap pakai kartu
Dalam pelaksanaannya, PT PP bersama konsorsium KSO menerapkan berbagai inovasi konstruksi dan optimalisasi logistik guna menjaga percepatan progres proyek di tengah tingginya aktivitas pembangunan di kawasan IKN.
Selain mendukung pembangunan infrastruktur ibu kota baru, lanjut Joko, proyek tersebut juga telah memberikan dampak ekonomi bagi daerah melalui penyerapan sekitar 600 tenaga kerja serta keterlibatan mitra kerja dan subkontraktor.
Melalui pencapaian progres yang melampaui target, PT PP menilai pembangunan Jalan Kawasan West Residence diharapkan dapat segera mendukung mobilitas dan konektivitas kawasan inti pemerintahan di IKN.
Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud turut mengapresiasi pembangunan infrastruktur di kawasan tersebut.
“Jalan luar biasa, segera beroperasi untuk Indonesia,” ujar Rudy.
Lebih lanjut, pembangunan infrastruktur itu dinilai sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendorong pemerataan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi baru di berbagai wilayah Indonesia dan juga visi pembangunan nasional Asta Cita.
Baca juga: Austria tertarik terlibat bangun Nusantara ciptakan kota hutan
