Penajam Paser Utara (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Penajam Utara, Provinsi Kalimantan Timur, melakukan upaya memaksimalkan potensi retribusi sektor kepelabuhanan untuk berkontribusi menambah pendapatan asli daerah (PAD) kabupaten itu.
"Pemerintah kabupaten memperkuat PAD dari sektor transportasi dan jasa kepelabuhanan," ujar Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Penajam Paser Utara Alimuddin ketika ditanya mengenai pengelolaan Pelabuhan Benuo Taka di Penajam, Kamis.
Langkah yang dilakukan, lanjut dia, pemerintah kabupaten menyiapkan rencana pengembangan fisik pelabuhan, termasuk perluasan area penumpukan dan perbaikan sisi darat.
Tetapi, pengembangan pelabuhan milik Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara tersebut, masih menunggu proses hibah lahan dari pemerintah kabupaten setempat kepada Kementerian Perhubungan agar bisa direalisasikan secara nasional.
"Apabila lahan sudah dihibahkan dan kementerian membangun dan memperluas kapasitas pelabuhan, potensi retribusi akan ikut meningkat,” jelasnya.
"Pembenahan pelabuhan yang dapat dilakukan melalui anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) juga terus dilakukan," tambahnya.
Salah satu yang telah dilakukan Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara, menerapkan retribusi digitalisasi pengelolaan kepelabuhanan yang berada di Kelurahan Buluminung, Kecamatan Penajam tersebut.
Pelabuhan Benuo Taka telah beroperasi sejak 2016, namun sistem layanan dan pembayaran masih berjalan secara konvensional atau manual, dan penerapan digitalisasi sistem baru pengelolaan pelabuhan yang lebih akuntabel dan efisien.
"Digitalisasi strategi meningkatkan PAD, setiap retribusi langsung masuk ke kas daerah bisa menekan potensi kebocoran,” katanya.
Sebelum menggunakan digitalisasi pengelolaan pelabuhan, menurut dia, tercatat pada 2024 kontribusi retribusi Pelabuhan Benuo Taka terhadap PAD sekitar Rp8,6 miliar.
Sepanjang tahun ini, terdata hingga Agustus 2025 retribusi yang masuk kisaran Rp4,3 miliar, menunjukkan digitalisasi memberi dampak positif dan optimistis pendapatan kepelabuhanan bisa meningkat signifikan, demikian Alimuddin.
