Samarinda (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda menyiagakan personel dalam upaya kewaspadaan di belasan titik genangan banjir yang tersebar di wilayah tersebut.
"Kami terus bersiaga dan memantau kondisi di lapangan serta mengoptimalkan pompa penyedot air agar aktivitas warga tidak lumpuh akibat genangan yang muncul setelah hujan lebat," ujar Kepala BPBD Samarinda Suwarso di Samarinda, Sabtu.
Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat terpantau mengguyur wilayah Kota Tepian secara merata sejak Sabtu dini hari sekitar pukul 03.00 WITA.
Akibat curah hujan yang berlangsung lebih dari lima jam tersebut, debit air perlahan naik dengan ketinggian muka air di jalan raya rata-rata mencapai 10 hingga 30 sentimeter.
Berdasarkan data pemutakhiran peringatan dini pada pukul 08.48 WITA, sebanyak enam ruas jalan strategis yang sebelumnya sempat lumpuh kini dilaporkan telah surut sepenuhnya.
Keenam kawasan yang dipastikan sudah aman dilalui oleh berbagai jenis kendaraan tersebut meliputi area fly over sisi Juanda, fly over arah Kadrioening, Jalan Pemuda 2, Simpang Lembuswana, Simpang Mugirejo, dan Simpang Alaya.
Walaupun sebagian wilayah langganan banjir surut perlahan, BPBD mengimbau masyarakat untuk berhati-hati, karena masih ada sembilan titik yang tergenang dan membutuhkan waktu untuk proses penyusutan debit air.
Genangan air terpantau masih menghambat laju kendaraan yang melintas di sekitar kawasan Simpang Air Putih, Simpang Jalan Pramuka atau Perjuangan, serta Simpang Sempaja.
Situasi penumpukan debit air serupa turut dilaporkan masih terjadi di kawasan Simpang Damanhuri tepatnya di depan Gang Ogok, Simpang Tiga Kebun Agung, dan Simpang Ringroad Suryanata persis di depan Toko Eramart.
Selain kawasan persimpangan utama, para pengendara roda dua maupun roda empat diminta untuk ekstra hati-hati saat melewati Jalan Mayor Jendral Sutoyo di area Remaja, Simpang Sirajd Salman arah Antasari, dan Jalan Brigadir Jenderal Katamso.
"Warga Samarinda yang hendak beraktivitas di luar rumah pada akhir pekan ini disarankan untuk mencari jalur alternatif lain demi menghindari jebakan kemacetan dan risiko kerusakan mesin kendaraan akibat menerobos banjir," kata Suwarso.
Baca juga: Pemkot Samarinda fokus penyelesaian proyek pengendalian banjir 2026
Pewarta: Ahmad RifandiEditor : Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2026