Samarinda (ANTARA) - Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Kalimantan Timur memantau perkembangan proyek pengalihan jalan tambang guna memastikan kelancaran akses logistik yang vital bagi perekonomian daerah.

"Kunjungan kerja kami ke area pengembangan infrastruktur pengalihan Jalan Gurimbang-Talisayan PT Berau Coal ini bertujuan meninjau langsung progres pembangunan agar tetap mengutamakan aspek keselamatan serta efisiensi operasional," kata Kepala Dinas ESDM Kaltim Bambang Arwanto di Samarinda, Kamis.

Pemerintah provinsi memberikan atensi khusus terhadap setiap perubahan spesifikasi teknis di lapangan untuk menjamin standar keamanan tertinggi bagi pengguna jalan. Tampak Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji juga turut serta meninjau kawasan Berau Coal tersebut.

Dalam peninjauan tersebut, terungkap bahwa proyek infrastruktur vital ini mengalami sejumlah penyesuaian desain dibandingkan perencanaan awal.

Perubahan paling mencolok terlihat pada panjang trase jalan yang bertambah dari rencana semula 4,7 kilometer menjadi total 7,6 kilometer.

"Meskipun terjadi penambahan jarak tempuh secara fisik, tim teknis memastikan bahwa hal tersebut tidak akan menghambat waktu operasional pengangkutan," kata Bambang.

Menurut dia, penerapan desain geometri jalan yang jauh lebih baik menjadi kunci utama dalam menjaga efisiensi pergerakan kendaraan logistik di area tersebut.

Baca juga: Kejati Kaltim tahan dua tersangka korupsi tambang Kukar

Karakteristik jalan baru yang didesain lebih lurus dan landai memungkinkan kendaraan melaju dengan ritme yang lebih stabil dibandingkan jalur lama.

Jalur sebelumnya dinilai memiliki tantangan berat karena didominasi oleh tikungan berkelok dan tingkat kemiringan yang cukup curam sehingga memaksa mesin bekerja lebih keras.

"Berdasarkan perhitungan teknis di lapangan, waktu perjalanan justru mengalami peningkatan efisiensi yang cukup menggembirakan bagi operasional perusahaan," jelasnya.

Waktu tempuh yang sebelumnya memakan durasi sekitar 9,6 menit kini dapat dipangkas menjadi sekitar sembilan menit berkat rekayasa sipil yang matang.

Efisiensi waktu ini sangat krusial dalam industri pertambangan yang menuntut kecepatan dan ketepatan siklus pengangkutan material setiap harinya.

Selain fokus pada kecepatan, peningkatan spesifikasi juga menyasar dimensi bahu jalan untuk mengakomodasi situasi darurat.

Lebar bahu jalan telah ditingkatkan ukurannya dari dua meter menjadi 2,5 meter guna memberikan ruang manuver yang lebih aman.

Sementara itu, lebar badan jalan utama tetap dipertahankan pada tujuh meter yang dinilai masih sangat memadai untuk lalu lintas dua arah kendaraan besar.

"Peningkatan spesifikasi infrastruktur ini diharapkan mampu memberikan tingkat kenyamanan berkendara yang lebih optimal bagi seluruh pengemudi unit operasional," demikian Bambang.

Baca juga: Antam dan PTBA kembali berstatus Persero dari holding MIND ID



Pewarta: Ahmad Rifandi
Editor : Imam Santoso

COPYRIGHT © ANTARA 2026