Tenggarong, Kaltim (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur mencegah wabah demam berdarah dengue (DBD) melalui vaksinasi massal, karena sejak Januari hingga Juni jumlah kasus DBD daerah ini sudah mencapai 556 kasus.
DBD di Kukar pada 2022 tercatat sebanyak 843 kasus, pada 2023 sebanyak 1.155 kasus, dan pada 2024 naik hingga mencapai 2.801 kasus, sehingga wabah ini harus diputus melalui vaksinasi.
"Untuk itu, hari ini kita meluncurkan vaksinasi DBD bagi 1.550 siswa-siswi SD di Kukar. Bahkan sudah disiapkan sebanyak 3.000 dosis vaksin," ujar Asisten III Sekretariat Daerah Kabupaten Kukar Dafip Haryanto saat peluncuran di SDN 028, Kecamatan Tenggarong, Rabu.
Ia menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim yang telah mengalokasikan sumber daya berupa pengadaan vaksin dan menjadikan Kutai Kartanegara sebagai salah satu lokus vaksinasi dengue.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh orang tua murid yang telah memahami manfaat vaksinasi DBD untuk menjaga kesehatan anak-anak, kemudian mendukung dan mengizinkan anak-anaknya diberi vaksin.
Ia mengatakan, DBD merupakan salah satu penyakit yang belum dapat dieliminasi, sehingga melalui pelaksanaan vaksinasi DBD itu diharapkan agar angka kasus DBD di Kukar dapat diturunkan.
"Pesan penting yang juga perlu saya sampaikan dalam kesempatan yang baik ini, bahwa vaksinasi dengue merupakan pelengkap dalam upaya pencegahan demam berdarah," ujar ia.
Dafip berpesan bagi seluruh masyarakat untuk selalu menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, serta menjaga kebersihan lingkungan, yakni dengan melakukan upaya pemberantasan sarang nyamuk dan pemberantasan jentik nyamuk melalui gerakan 3M, karena hal ini merupakan upaya pencegahan paling efektif.
Masyarakat juga diimbau rutin melakukan gotong-royong membersihkan lingkungan sekitar setidaknya sekali sepekan, tujuannya adalah untuk mengurangi populasi nyamuk.
"Kepada lintas sektor seperti Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Agama, para camat, lurah/ kepala desa, kepala sekolah, kami harap dapat mendukung suksesnya vaksinasi sampai ke desa-desa," kata Dafip.
