Samarinda (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur memastikan akses jalan pesisir yang menghubungkan Muara Badak hingga Bontang dalam kondisi mulus sembari mempercepat penyelesaian ruas penghubung di wilayah pedalaman.
"Bersyukur jalan pesisir kita mulai dari Muara Badak, Marang Kayu, sampai Bontang sekarang sudah jadi semua dan mulus," kata Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji di Samarinda, Rabu.
Seno menjelaskan kunjungan lapangannya baru-baru ini atas infrastruktur di wilayah Kutai Timur juga telah berjalan sesuai rencana pembangunan daerah.
Pemerintah provinsi saat ini tengah mengejar percepatan progres pengerjaan jalan di wilayah Kutai Barat dan Mahakam Ulu, khususnya pada segmen dua serta empat yang sempat mengalami keterlambatan teknis.
Meskipun pengerjaan di wilayah hulu tersebut belum dapat rampung sepenuhnya hingga akhir tahun ini, realisasi fisik di lapangan telah menunjukkan perkembangan positif pada kisaran 83 persen.
Sejalan dengan capaian tersebut, Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat (PUPR-PERA) Kaltim menetapkan pemeliharaan rutin sebagai strategi utama kinerja tahun 2026.
Kepala Dinas PUPR-PERA Kaltim Aji Muhammad Fitra Firnanda memaparkan bahwa pihaknya mengalokasikan dana khusus sebesar Rp600 miliar dari total pagu anggaran Rp850 miliar untuk penanganan fisik jalan pada tahun depan.
"Alokasi anggaran yang dominan tersebut secara spesifik diarahkan untuk menuntaskan konektivitas jalur strategis, seperti ruas Sotek menuju Bongan dan jalur Kutai Timur ke arah Kabupaten Berau," jelasnya.
Dinas terkait menilai pemantapan akses di kedua jalur lintas kabupaten tersebut sangat krusial karena menjadi urat nadi pergerakan barang dan jasa bagi masyarakat setempat.
Selain berkonsentrasi pada infrastruktur binamarga, pemerintah daerah tetap menyisihkan sebagian anggaran untuk program pengendalian banjir di beberapa titik rawan meski porsinya tidak sebesar perbaikan jalan.
