Samarinda (ANTARA Kaltim) - Kalimantan Timur mengalami inflasi sebesar 0,97 persen sepanjang Januari 2015, atau terjadi perubahan indeks harga konsumen dari 120,53 pada Desember 2014 menjadi 121,70 pada Januari 2015.
"Inflasi terjadi lantaran ada kenaikan harga pada kelompok pengeluaran yang memiliki andil dominan, antara lain kenaikan indeks pada kelompok bahan makanan yang berinflasi 3,06 persen," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim Aden Gultom di Samarinda, Senin.
Kemudian kelompok makanan jadi mengalami inflasi 2,00 persen, kelompok perumahan berinflasi 1,58 persen, kelompok kesehatan mengalami inflasi 1,38 persen, kelompok pendidikan berinflasi 1,34 persen, dan kelompok sandang berinflasi 0,42 persen.
Sedangkan kelompok transportasi dan komunikasi justru mengalami deflasi (penurunan) hinbgga minus 3,50 persen.
Sementara dilihat dari andil kelompok komoditi terhadap inflasi adalah, kelompok bahan makanan dengan andil sebesar 0,63 persen, disusul kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar memiliki andil 0,42 persen.
Untuk kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau memiliki andil sebesar 0,38 persen, kelompok pendididkan 0,10 persen, kelompok kesehatan memiliki andil 0,07 persen, dan kelompok sandang memiliki andil 0,02 persen. Sedangkan kelompok transportasi dan komunikasi memiliki andil negative 0,59 persen.
Apabila laju inflasi dirinci menurut kota, lanjut dia, maka tiga kota di Kaltim dan Kaltara yang telah ditunjuk sebagai patokan IHK adalah, Kota Samarinda mengalami inflasi sebesar 0,59 persen, Kota Balikpapan mengalami inflasi 1,69 persen, dan Kota Tarakan mengalami inflasi 0,35 persen.
Menurutnya, jika dibandingkan dengan kota lain di Indonesia, maka inflasi yang terjadi pada tiga di Kaltim berada di tengah-tengah, yakni inflasi tertinggi terjadi di Kota Ambon yang mencapai 2,37 persen, sedangkan inflasi terendah terjadi di Kota Malang yang sebesar 0,04 persen.(*)
