Balikpapan (ANTARA Kaltim) - Para petani rumput laut di Balikpapan dan Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, kini menikmati harga hingga Rp9.000 per kg.
Harga itu meningkat signifikan dari Sebelumnya hanya Rp4.500 per kg, kata Hilman Muhasidin, seorang petani rumput laut dari Tanjung Jumlai, Penajam Paser Utara, Rabu.
Harga tersebut merupakan harga di gudang pengumpulan PT Gumindo Perkasa Industri di Makassar, Sulawesi Selatan. Perusahaan itu adalah pembuat tepung rumput laut untuk makanan (foodgrade) di Merak, Banten.
PT Gumindo adalah perusahaan pembuat tepung rumput laut satu-satunya di Indonesia.
Bagi petani yang tidak memiliki cukup dana untuk mengirim sendiri hasil produksinya ke gudang itu, pedagang pengepul siap membeli dengan harga Rp6.500 per kg, dari awalnya Rp4.500 per kg.
"Kami berhasil menerapkan umur panen 45 hari dan memperbaiki perlakuan pasca panen, ujarHilman Muhasidin.
Rumput laut umur 45 hari adalah rumput laut kualitas terbaik karena kadar karaginan, zat yang dicari dari pengolahan rumput laut, dalam rumput laut umur itu mencapai kadar maksimumnya.
Dalam pengolah oleh Gumindo, 15 ton rumput laut menghasilkan 3,5 ton karaginan.
Menurut Hilman, setelah panen, rumput laut kemudian dijemur dengan cara digantung, tidak lagi dihampar di pasir begitu saja.
"Seperti menjemur pakaian, rumput laut kering yang dijemur dengan cara digantung itu bersih, tidak tercemar pasir dan kotoran lain," tuturnya.
Jika dijemur di pasir seperti kebiasaan banyak petani rumput laut, hasil panennya bahkan sering tidak hanya tercemar pasir, tapi juga kotoran lain yang ada di pantai saat itu.
"Kadang kala kotoran kambing, banyak juga plastik, macam-macam," kata Eka Rangga Buwana, Kepala Bagian Pembelian PT Gumindo Perkasa Industri.
Menurut Rangga, petani biasanya memanen rumput lautnya sebelum umur 45 hari karena terdesak keadaan dan perlu uang tunai segera.
Panen pada umur ini membuat harga rumput laut hanya setengahnya, karena kandungan karaginan zat yang ingin didapatkan dari pengolahan rumput laut, juga hanya separuh dari rumput laut umur 45 hari.
Rangga menambahkan, hal ini terjadi pada pembudidaya rumput laut di seluruh Indonesia. Belum banyak pembudidaya yang peduli pada kualitas rumput laut tanamannya sendiri.
"Meski produksi kita sangat besar, secara kualitas kita kalah dengan Filipina, bahkan Vietnam," jelasnya.
Kini dengan merasakan tingkat harga yang lebih baik, Rangga berharap petani tidak lagi tergoda untuk menjual cepat dan terus mempertahankan kualitas rumput lautnya dengan perlakuan pascapanen yang baik.
"Dengan harga begitu tentu sebanding, walaupun masa menanam rumput laut hanya enam bulan di Penajam ini," ujar Hilman.
Waktu menanam rumput laut di Penajam dan Balikpapan adalah saat musim utara antara Agustus hingga Februari, saat arus tenang. Dari Maret sampai Juli, ketika angin selatan membawa gelombang tinggi dan angin kencang, rumput laut tak bisa ditanam tanpa hilang terbawa arus. (*)
