Samarinda (ANTARA) - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kalimantan Timur memprioritaskan penyiapan sumber daya manusia terampil melalui pelatihan berbasis kompetensi bagi 300 peserta sepanjang 2026.
Kepala Disnakertrans Kaltim Rozani Erawadi di Samarinda, Jumat, mengatakan prioritas utama tahun ini adalah menyiapkan tenaga kerja andal melalui berbagai pelatihan teknis meskipun pemerintah menghadapi tantangan keterbatasan anggaran.
"Kami menargetkan pelaksanaan pelatihan dapat berjalan optimal sebanyak 20 angkatan yang diproyeksikan mampu menampung kurang lebih 300 peserta dari berbagai kabupaten dan kota," katanya.
Dijelaskan Rozani, kurikulum pelatihan tahun ini dirancang secara spesifik mencakup kejuruan manufaktur strategis, mulai dari teknik bubut, mekanik otomotif, hingga pengelasan yang relevan dengan kebutuhan industri masa kini.
Pemerintah daerah juga memberikan perhatian khusus pada pengembangan sektor ekonomi mandiri melalui pelatihan kewirausahaan seperti pengolahan makanan dan budi daya tanaman hidroponik.
"Dua balai latihan kerja industri (BLKI) yang berlokasi di Bontang dan Balikpapan akan dioptimalkan fungsinya sebagai pusat pelaksanaan kegiatan peningkatan kompetensi," jelas Rozani.
Selain penguatan keahlian teknis, upaya percepatan penyerapan tenaga kerja juga dilakukan dengan melakukan pembaruan fitur penempatan kerja secara daring melalui platform Etam Kerja dan Info Loker.
Fitur-fitur layanan informasi pasar kerja tersebut kini telah terintegrasi ke dalam aplikasi Sakti Pemprov Kaltim yang sudah disiapkan untuk memudahkan aksesibilitas bagi masyarakat luas.
Menurut Rozani, transformasi digital ini bertujuan agar para pencari kerja di Kalimantan Timur dapat lebih cepat mendapatkan informasi lowongan yang sesuai dengan kualifikasi mereka secara terkini.
"Kami berharap kombinasi antara pelatihan vokasi yang intensif dan kemudahan akses informasi digital ini dapat menekan angka pengangguran serta meningkatkan daya saing tenaga kerja lokal di dunia industri," demikian Rozani.
