Tanjung Redeb (ANTARA News Kaltim) - Puncak rasul, jenis kuliner tradisional Kabupaten Berau, Provinsi Kalimantan Timur, dilestarikan dengan dimasukkan dalam lomba menjelang hari ulang tahun ke-59 Kabupaten Berau.
"Ini merupakan tradisi yang harus dipertahankan," ujar Bupati Berau, Makmur yang hadir saat lomba puncak rasul di Kecamatan Sambaliung, Kamis malam.
Puncak Rasul adalah kue dari bahan ketan disajikan menyerupai gunung dengan tiga warna yaitu kuning, merah dan putih, di puncaknya diberi telur ayam kampung yang didadar tanpa diberi bumbu.
Saat zaman kesultanan di Kabupaten Berau, puncak rasul yang terbuat dari ketan dengan bentuk menyerupai gunung itu, dibuat untuk memperingati kelahiran Rasulullah Muhammad SAW (Maulid Nabi).
Bagi warga Berau, kata Makmur, kue ini bukanlah sesuatu yang asing, pada setiap peringatan hari jadi Kabupaten Berau, pemotongan puncak rasul menjadi salah satu agenda usai rapat paripurna istimewa di gedung DPRD.
Makmur juga berharap puncak rasul tidak hanya dibuat saat peringatan agenda-agenda penting di pemerintahan, tapi juga menjadi tradisi di masyarakat.
Misalnya, kata dia, puncak rasul disajikan saat memperingati hari kelahiran maupun pesta pernikahan.
Sedangkan panitia lomba Ny Ibrahim Istur menyebutkan lomba puncak rasul dimaksudkan agar kue khas itu terus menjadi tradisi bagi warga Berau.
Saat ini, puncak rasul tidak hanya dibuat saat peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Puncak rasul pun kerap dibuat pada agenda-agenda penting di daerah ini.
Puncak rasul pun biasanya menjadi rebutan warga, karena dengan mendapatkan puncak rasul diharapkan bisa mendapat berkah sesuai niat dari yang mengambilnya, ujarnya.
Pada lomba puncak rasul itu Kecamatan Tanjung Redeb berhasil keluar sebagai pemenang pertama, sedangkan juara II dan III direbut Kecamatan Gunung Tabur dan Teluk Bayur. (*)
