Balikpapan (ANTARA) - Pertamina memulai pengisian perdana Terminal Minyak Mentah (Crude Terminal) berkapasitas satu juta barel di Lawe-lawe, Penajam Paser Utara.
Selama lima hari, sebuah kapal tanker raksasa (Very Large Crude Carrier/VLCC) yang membawa 320.000 barel minyak mentah membongkar muatan melalui fasilitas Single Point Mooring (SPM) di Selat Makassar, sekitar 7 mil dari garis pantai.
Proyek RDMP Balikpapan merupakan program strategis nasional yang bertujuan meningkatkan kapasitas dan kompleksitas kilang, termasuk pembangunan fasilitas penerimaan minyak mentah di Lawe-lawe untuk memastikan pasokan yang lebih stabil.
Proses pengisian ini menggunakan fasilitas yang sudah ditingkatkan kapasitasnya dan kemampuannya dalam proyek Refinery Development Master Plan (RDMP).
“Kapal tambat di SPM 24–29 Desember, memompa minyak ke Crude Terminal dengan kecepatan 8.000 barel per jam,” jelas Humas PT Kilang Pertamina Balikpapan Asep Sulaeman, Kamis.
Kegiatan ini merupakan hasil koordinasi PT Kilang Pertamina Balikpapan bersama PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) RU V Balikpapan, PT Pertamina Marine Solutions (PMSOL), dan PT Patra Logistik. Seluruh unsur terlibat dalam pengaturan sandar, pengawasan alir minyak, hingga pengujian sistem pipa bawah laut.
Direktur Utama PT Kilang Pertamina Balikpapan, Bambang Harimurti, menyampaikan bahwa capaian ini menjadi langkah penting dalam memperkuat kesiapan infrastruktur energi nasional. “Pengisian perdana ini menunjukkan kesiapan fasilitas baru dalam mendukung peningkatan kapasitas kilang dan ketahanan energi nasional,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa keberhasilan sandar kapal tanker raksasa tersebut menjadi bukti kesiapan sistem penerimaan minyak mentah RDMP Lawe-lawe dalam menangani pasokan skala besar secara aman dan berkelanjutan.

Sarana tambat SPM itu terhubung dengan pipa bawah laut berdiameter 52 inci sepanjang 13,9 kilometer di lepas pantai dan 6,3 kilometer di darat menuju Terminal Crude Lawe-lawe. Sistem ini dirancang untuk kapasitas alir hingga 8.000 meter kubik per jam sebagai bagian dari pengujian operasional.
Selain aspek teknis, kegiatan sandar perdana ini juga dirangkaikan dengan doa bersama dan penyaluran bantuan sosial kepada panti asuhan serta fasilitas pendidikan di Penajam Paser Utara sebagai bagian dari rangkaian kegiatan perusahaan. ***

