Balikpapan (ANTARA) - Pertamina Hulu Mahakam (PHM) bersama induknya Pertamina Hulu Indonesia (PHI) menegaskan komitmen menjaga ketahanan energi nasional melalui tambahan produksi migas dari Wilayah Kerja Mahakam.
"Proyek Sisi Nubi AOI yang resmi onstream awal Desember 2025 menambah produksi gas hingga 20 juta standar kaki kubik per hari (MMscfd). Tambahan ini memperkuat pasokan energi nasional di tengah tantangan penurunan alamiah lapangan migas tua," kata Direktur Utama PHI, Chalid Said Salim di Balikpapan, Senin.
Ia mengatakan, capaian tersebut merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk mendukung target produksi migas nasional. Pihaknya terus berinovasi dan berkolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan agar produksi migas tetap terjaga dan memberi kontribusi nyata bagi ketahanan energi Indonesia.
Lanjutnya, selain proyek baru, PHI mencatat lifting migas kuartal III 2025 di atas target: 57.600 barel minyak per hari dan 534,8 MMSCFD gas. Angka tersebut menunjukkan konsistensi kinerja di tengah tantangan operasional.
Infrastruktur proyek Sisi Nubi meliputi enam platform baru, 22 kilometer pipa bawah laut, serta 36 sumur pengembangan. Sejumlah teknologi inovatif diterapkan, mulai dari seismic driven target berbasis machine learning hingga instalasi Suction Pile Foundation (SPF) pertama di Indonesia.
Nama proyek Sisi Nubi AOI berasal dari dua pulau kecil di pantai Kecamatan Muara Badak, Kutai Kartanegara, yaitu Pulau Sisi dan Pulau Nubi yang tak jauh dari daratan. Namun demikian proyek migas Sisi Nubi AOI yang dikelola PHM berada sekitar 25 km dari Delta Mahakam, di laut dengan kedalaman 60–80 meter.
"PHM juga menekankan aspek keselamatan kerja dengan pencapaian lebih dari 9 juta jam kerja tanpa Lost Time Injury (LTI).," katanya.
Chalid Said menegaskan, dengan capaian tersebut, PHM–PHI berperan strategis sebagai tulang punggung produksi migas di Kalimantan Timur, sekaligus mendukung agenda pemerintah menjaga ketahanan energi nasional.
"Tambahan produksi dari Mahakam juga menjadi bukti bahwa lapangan tua masih bisa dioptimalkan dengan inovasi teknologi dan kolaborasi lintas pemangku kepentingan. Hal ini memberi harapan bahwa target produksi migas nasional tetap realistis meski menghadapi tantangan penurunan cadangan," ucapnya..
Ke depan katanya, PHM–PHI berkomitmen melanjutkan investasi dan pengembangan proyek migas di Kalimantan Timur, agar kontribusi terhadap ketahanan energi nasional semakin berkelanjutan dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat sekitar wilayah operasi.
