Kami berkomitmen menjalankan operasi hulu migas yang selamat, andal, patuh, dan efisien, serta menjaga aspek keberlanjutan lingkungan

Balikpapan (ANTARA) - Hingga Maret 2025, PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) mencatat produksi sebesar 439 juta standar kaki kubik gas per hari (MMSCFD) dan 25,1 ribu barel minyak per hari (BOPD), serta berhasil menyelesaikan pengeboran 20 sumur tajak. Capaian ini merupakan hasil optimalisasi pengelolaan lapangan mature seperti Senipah Peciko South Mahakam (SPS) dengan penerapan prinsip keberlanjutan lingkungan.

General Manager PHM Setyo Sapto Edi menyatakan bahwa keberhasilan ini didukung oleh penerapan teknologi terkini, inovasi, digitalisasi, dan efisiensi operasional.

"Kami berkomitmen menjalankan operasi hulu migas yang selamat, andal, patuh, dan efisien, serta menjaga aspek keberlanjutan lingkungan," ujarnya, Kamis.

Selain itu, Setyo mengungkapkan bahwa PHM telah mencatat 571 hari kerja tanpa kecelakaan, mencerminkan keberhasilan pelaksanaan budaya keselamatan kerja (HSSE).

Sehari sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia, Bahlil Lahadalia yang melakukan kunjungan kerja ke lapangan SPS, mengapresiasi pencapaian PHM dalam mempertahankan stabilitas produksi migas meskipun menghadapi tantangan lapangan mature.

"Kami berharap PHM terus meningkatkan lifting minyak dan gas untuk mendukung ketahanan energi nasional," ujar Bahlil.

Dalam kunjungan tersebut, Menteri ESDM didampingi oleh Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud, Kepala SKK Migas Djoko Siswanto, dan Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri. Rombongan diterima oleh Direktur Utama PT Pertamina Hulu Energi Chalid Said Salim dan jajaran manajemen lainnya.

Direktur Utama PT Pertamina Hulu Energi Chalid Said Salim menyampaikan bahwa dukungan pemerintah menjadi energi pendorong bagi PHM untuk terus meningkatkan kinerja operasi.

"Kunjungan ini adalah bukti nyata perhatian pemerintah terhadap sektor hulu migas yang menjadi prioritas dalam mendukung produksi energi nasional," kata Chalid.

PT Pertamina Hulu Mahakam merupakan anak perusahaan PT Pertamina Hulu Indonesia yang mengelola operasi migas di Wilayah Kerja Mahakam, Kalimantan Timur. Dalam operasinya PHM menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Melalui inovasi teknologi dan kolaborasi dengan SKK Migas serta pemangku kepentingan lainnya, PHM berkomitmen menjaga keberlanjutan produksi migas yang aman, efisien, andal, dan ramah lingkungan. 



Pewarta: Novi Abdi
Editor : Rahmad

COPYRIGHT © ANTARA 2026