Melalui program sekolah negeri terapung ingin mendukung perluasan akses dan peningkatan kualitas pendidikan

Tenggarong (ANTARA) - PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) membantu sektor pendidikan wilayah pesisir di sekitar Delta Mahakam yang masuk kategori daerah tertinggal, terdepan dan terluar (3T) di kawasan Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) melalui program sekolah negeri terapung.

Sekolah tersebut merupakan program unggulan TJSL atau tanggung jawab sosial dan lingkungan (corporate social responsibility/CSR) yang dijalankan PT PHM sebagai anak perusahaan PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI).

"Melalui program sekolah negeri terapung ingin mendukung perluasan akses dan peningkatan kualitas pendidikan," ujar Senior Manager Relations PT PHI Handri Ramdhani di Tenggarong, Rabu.

Ia mendorong semangat edupreneurship serta menumbuhkan kesadaran generasi muda pesisir terhadap pentingnya melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Program sekolah negeri terapung tersebut Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 6 Anggana, Desa Sepatin, Kabupaten Kutai Kartanegara di wilayah ring-1 operasional South Processing Unit (SPU) PT PHM dan satu-satunya sekolah menengah pertama di Desa Sepatin yang didirikan pada 2012.

"Pertamina terus mendukung keberlanjutan program sekolah terapung itu," katanya.

Tahun ini, bantuan yang diberikan berupa pembangunan gapura sekolah dan taman belajar, juga menanam bakau (mangrove) bersama peserta didik, tenaga pengajar, dan masyarakat setempat sebagai bagian dari upaya pelestarian ekosistem pesisir.

"Perusahaan terus menyelenggarakan program-program CSR di bidang pendidikan," tambah Manager Communication Relations & CID PT PHI, Dony Indrawan.

Pendidikan sebagai salah satu fondasi utama membangun masyarakat yang mandiri dan berwawasan luas, serta masa depan yang lebih baik bagi generasi mendatang.

Kemajuan fasilitas belajar di sekolah pesisir, di antaranya ketersediaan laptop, sumber listrik bertenaga surya, dan akses internet, ditunjang dedikasi para guru yang mengajar di wilayah terpencil

Masyarakat mengenal SMP Negeri 6 Anggana, Desa Sepatin sebagai SMP terapung, karena lokasinya yang berada di ujung Delta Mahakam dan berhadapan langsung dengan dinamika pasang surut Selat Makassar.

Akses menuju Desa Sepatin tidak mudah. Dari Kota Samarinda, perjalanan ditempuh melalui jalur sungai menggunakan kapal kecil, menyusuri sungai Mahakam sejauh kurang lebih 80 kilometer dengan waktu tempuh sekitar tiga jam, bergantung pada kondisi pasang surut air.

Kepala SMP Negeri 6 Anggana, Desa Sepatin Tandarman mengatakan seluruh bantuan program telah berjalan dengan baik dan memberikan manfaat nyata bagi sekolah. "Program TJSL membuka peluang lebih luas untuk sektor pendidik di wilayah setempat," ujarnya.



Pewarta: Nyaman Bagus Purwaniawan
Editor : Rahmad

COPYRIGHT © ANTARA 2026