Pemasangan kerangka anjungan dan bagian atas anjungan lapangan minyak dan gas (migas) Manpatu sudah selesai pada 27 Mei 2026

Balikpapan (ANTARA) - PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) menyebut anjungan lepas pantai Manpatu dirancang menunjang kegiatan produksi gas di wilayah kerja Mahakam, Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) untuk menjaga keberlanjutan dan ketahanan energi.

"Pemasangan kerangka anjungan dan bagian atas anjungan lapangan minyak dan gas (migas) Manpatu sudah selesai pada 27 Mei 2026," ujar General Manager PT PHM Setyo Sapto Edi, di Balikpapan Rabu, ketika ditanya menyangkut pengembangan temuan sumur eksplorasi Manpatu.

Lapangan migas Manpatu berada sekitar 35 kilometer dari pesisir Kota Balikpapan, dengan kedalaman perairan mencapai 50 hingga 60 meter, dengan fasilitas yang dibangun mampu menangani aliran gas hingga 80 juta metrik standar kaki kubik per hari (MMSCFD).

Menurut dia, anjungan lepas pantai Manpatu dirancang untuk mendukung kegiatan produksi dan pengembangan lapangan di wilayah kerja Mahakam dmana diproyeksikan menambah produksi gas hingga 80 juta MMSCFD pada 2027, atau sekitar 20 persen dari total produksi wilayah kerja Mahakam.

Menurut dia, Proyek Manpatu merupakan komitmen perusahaan untuk terus melakukan investasi di sektor eksplorasi dan eksploitasi migas guna menjaga keberlanjutan produksi energi nasional.

PT PHM terus berinvestasi dalam kegiatan eksplorasi untuk menemukan sumber daya baru, menambah cadangan, dan menjaga keberlanjutan produksi migas dari wilayah Kalimantan untuk puluhan tahun mendatang.

Perusahaan itu juga menerapkan pengawasan ketat, manajemen risiko yang terstruktur, serta budaya keselamatan kerja di seluruh tahapan proyek, serta aspek kesehatan, keselamatan, keamanan, dan lingkungan (Health, Safety, Security, & Environment/HSSE).

Saat ini, tengah menyiapkan tahapan lanjutan proyek lapangan migas Manpatu, kata dia, meliputi pemasangan sistem perpipaan vertikal (riser), rakitan pipa pendek (subsea spool), penyambungan mekanikal, elektrikal dan sistem pipa (hook-up) anjungan lepas pantai.

Proyek Manpatu salah satu peran PT PHM dalam memperkuat dukungan target peningkatan produksi migas nasional sekaligus menjaga ketahanan energi Indonesia.

Anjungan lepas pantai Manpatu ditarget beroperasi secara optimal pada kuartal pertama 2027, proyek tersebut mendapat dukungan penuh dari PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) selaku induk perusahaan serta Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), demikian Setyo Sapto Edi.


 



Pewarta: Nyaman Bagus Purwaniawan/Novi Abdi
Editor : Rahmad

COPYRIGHT © ANTARA 2026