Samarinda (ANTARA) - Struktur ketenagakerjaan di Provinsi Kalimantan Timur pada 2025 didominasi sektor perdagangan, yakni 19,05 persen atau 375.235 tenaga kerja dari total 1.969.740 orang yang bekerja, kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim Yusniar Juliana Nababan.
"Serapan tenaga kerja terbanyak kedua adalah dari sektor pertanian yang mampu menyerap 17,92 persen, disusul sektor pertambangan dan penggalian dengan andil 8,59 persen," kata dia di Samarinda, Selasa.
Sektor lain yang memberikan andil sekitar 8 persen hingga 0,59 persen, antara lain akomodasi dan makan minum, industri pengolahan, konstruksi, pendidikan, pengangkutan dan pergudangan, administrasi pemerintah, jasa lainnya, informasi dan komunikasi, serta pengadaan listrik dan gas.
Dari jumlah penduduk Kaltim yang 4,27 juta jiwa, terdapat 3.120.110 penduduk dengan usia kerja. Dari total usia kerja ini, mereka yang tergolong angkatan kerja 2.077.410 orang, sedangkan bukan angkatan kerja 1.042.700 jiwa.
Ia mengatakan dari total 2.077.410 angkatan kerja Kaltim, terdapat 1.969.740 orang telah bekerja, sementara sisanya 107.670 orang masih belum bekerja atau pengangguran (5,18 persen).
Dari 1.969.740 penduduk yang telah bekerja itu pun dibagi menjadi tiga kategori, yakni kategori pekerja penuh 1.463.830 orang, turun 27.300 orang ketimbang tahun sebelumnya.
Untuk kategori pekerja paruh waktu 394.370 orang, terjadi kenaikan 90 orang ketimbang tahun sebelumnya, dan pada kategori setengah pengangguran 111.540 orang, terjadi kenaikan 20.500 orang ketimbang sebelumnya.
"Berdasarkan hasil survei pada Agustus 2025, tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kaltim sebanyak 107.670 orang atau sebesar 5,18 persen, mengalami sedikit kenaikan ketimbang Agustus 2024 yang tercatat 5,14 persen," kata Yusniar.
Berdasarkan jenis kelamin, sejak Agustus 2024 hingga Agustus 2025, TPT laki-laki mengalami kenaikan 0,40 poin menjadi 5,1 persen, sedangkan TPT perempuan terjadi penurunan 0,70 poin menjadi 5,13 persen.
