Samarinda (ANTARA) - Badan Gizi Nasional (BGN) wilayah Kalimantan Timur (Kaltim) saat ini tengah mempercepat langkah pencapaian target pembangunan 372 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk memastikan pemerataan distribusi pangan bagi seluruh siswa di provinsi itu.
"Terkait belum meratanya penerimaan Makan Bergizi Gratis (MBG), kami mohon maaf apabila masih terdapat siswa yang belum menerima manfaat tersebut," ucap Pendamping Kepala Regional BGN Kaltim Sirajul Amin di Samarinda, Sabtu.
Langkah akselerasi infrastruktur, menurutnya, menjadi jawaban atas catatan khusus Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim mengenai keberadaan siswa rentan di wilayah 3T yang belum tersentuh manfaat Program MBG.
Sirajul mengungkapkan saat ini baru tersedia 161 SPPG di seluruh kabupaten/ kota di wilayah Kaltim, sehingga jangkauan layanan MBG memang masih memiliki keterbatasan.
"Satu SPPG didesain untuk melayani maksimal 3.000 porsi per hari dengan radius distribusi terbatas hanya enam kilometer demi menjaga kualitas serta kesegaran makanan," katanya.
Baca juga: MBG tetap lanjut selama Ramadhan, dibagikan sore untuk muslim
Pihaknya menegaskan tidak ada pengelompokan berdasarkan kelas ekonomi dalam program ini ,karena setiap siswa memiliki hak yang sama untuk mendapatkan asupan gizi berkualitas.
Evaluasi internal, lanjutnya, menunjukkan tantangan utama di lapangan berupa pemenuhan masa komitmen selama 45 hari oleh calon mitra yang akan mengelola SPPG.
Meskipun terdapat kendala administratif, kata dia, antusiasme calon mitra di Kaltim tergolong sangat tinggi dengan angka pengajuan yang telah menembus 80 persen.
"Untuk wilayah terjauh seperti Mahakam Ulu, proses pembangunan fisik unit pelayanan telah rampung dan kini sedang menjalani tahap penilaian akhir sebelum beroperasi penuh," ucap Sirajul.
Selain fokus pada nutrisi, proyek besar ini membawa dampak positif bagi lapangan kerja dengan potensi serapan mencapai 18.600 orang di Kaltim yang mengutamakan warga lokal.
Baca juga: BGN ancam hentikan SPPG jika tolak pasokan UMKM, petani, dan peternak kecil
"Setiap unit layanan memberdayakan sekitar 50 personel, yang terdiri dari staf ahli BGN dan relawan yang direkrut dari lingkungan sekitar sekolah," kata Sirajul.
BGN Kaltim terus optimistis pembangunan pusat gizi ini berjalan lancar sehingga anak-anak penyandang disabilitas dan siswa berisiko putus sekolah segera terlayani.
"Dengan tercapainya target ratusan unit layanan tersebut, jangkauan distribusi MBG dapat menyentuh setiap sudut ruang kelas tanpa ada siswa yang tertinggal," harap Sirajul.
