Berau, Kaltim (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, menargetkan mampu mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD) menjadi Rp450 miliar pada tahun ini atau meningkat Rp70 miliar ketimbang tahun 2025 yang terealisasi Rp380 miliar, melalui optimalisasi potensi yang ada.
"Langkah ini strategis dalam menghadapi keterbatasan fiskal dan berkurangnya dana transfer dari pemerintah pusat. Optimalisasi PAD menjadi kunci menjaga kesinambungan pembangunan daerah di tengah tantangan efisiensi anggaran," kata Sekretaris Daerah Kabupaten Berau Muhammad Said di Berau, Kaltim, Sabtu.
Target Rp450 miliar tersebut potensial ditopang oleh target pajak daerah sebesar Rp170 miliar atau naik dari realisasi pada 2025 yang tercatat senilai Rp144 miliar.
Kemudian, dari sektor pajak strategis, termasuk pajak listrik yang pada 2025 menyumbang sekitar Rp35 miliar, akan terus dioptimalkan melalui sinergi pemerintah daerah, BUMN, serta pelaku usaha agar bisa naik menjadi sekira Rp40 miliar.
Ada pula subsektor retribusi daerah yang akan ditingkatkan dengan target Rp132 miliar pada 2026, dibandingkan realisasi tahun 2025 sebesar Rp112 miliar.
Berikutnya dari lain-lain pendapatan daerah yang sah ditarget mengalami peningkatan signifikan menjadi Rp134 miliar di tahun ini, dari realisasi tahun sebelumnya yang senilai Rp62 miliar.
"Ini akan terjadi karena pihaknya menyiapkan sistem diversifikasi sumber pendapatan," ujarnya.
Ia juga mengatakan bahwa peningkatan pendapatan ini akan dilakukan melalui perbaikan sistem pemungutan, evaluasi tarif, serta penyesuaian regulasi melalui Perda Nomor 7 Tahun 2025.
Optimalisasi PAD, lanjut Said, menjadi keharusan di tengah menurunnya dana transfer yang pada akhir 2025 berkurang hingga Rp1,7 triliun. Kondisi ini memaksa pihaknya melakukan efisiensi besar-besaran.
"Akibat menurunnya dana dana transfer, banyak belanja modal dan pekerjaan fisik harus ditunda. Untuk mengatasinya, maka pendapatan daerah harus benar-benar kita maksimalkan dan dikelola dengan baik," katanya.
Sementara, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Berau Djupiansiyah Ganie mengatakan penetapan target PAD disusun dengan mengedepankan prinsip rasional dan terukur dengan mempertimbangkan berbagai faktor.
Baca juga: Berau tingkatkan SDM perempuan demi turunkan ketimpangan gender
