Berau, Kaltim (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau, Kalimantan Timur, mengampanyekan 5R (Refuse/menolak, Reduce/mengurangi, Reuse/menggunakan kembali, Recycle/ mendaur ulang, dan Rot/membuat kompos) untuk mewujudkan gaya hidup bebas sampah guna mengurangi beban bumi.
"Aksi bersih-bersih yang kerap kita lakukan maupun oleh komunitas, sesungguhnya bukan sekadar seremoni, tetapi sebagai upaya menjadikan gaya hidup berkelanjutan bagi masyarakat," kata Wakil Bupati (Wabup) Berau Gamalis di Tanjung Redeb, Selasa.
Berau merupakan daerah yang dikenal sebagai tujuan wisata, maka ia mengingatkan kepada pengelola destinasi wisata menyediakan tempat sampah yang memadai, giat melakukan kampanye 5R kepada pengunjung dan warga sekitar, sehingga warga Berau secara peralahan memiliki gaya hidup bebas sampah.
"Dalam usaha mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, tentu kita harus mulai dari diri sendiri, dari rumah kita, dan dari kebiasaan kecil sehari-hari. Ini juga bagian dari kampanye dengan cara mencontohkan, sehingga orang di sekeliling kita mengikuti," ujar Gamalis.
Sedangkan prinsip 5R yang terus dikampanyekan itu meliputi refuse, yakni menolak barang yang tidak perlu atau tidak akan digunakan, seperti kantong plastik, kemasan sekali pakai, dan lainnya.
Kemudian reduce, yakni upaya untuk mengurangi konsumsi barang yang tidak perlu agar produksi sampah berkurang. Reuse, menggunakan kembali barang yang sudah ada seperti dengan membawa botol minum sendiri dan wadah makanan untuk mengurangi sampah.
Selanjutnya adalah recycle, usaha mendaur ulang barang-barang yang masih bisa digunakan seperti plastik, kertas, logam, dan lainnya yang bisa disulap menjadi barang berharga.
Berikutnya adalah rot, yakni mengolah sampah organik baik dari sisa makanan, sisa tumbuhan, maupun bahan organik lain, untuk diolah menjadi pupuk kompos, karena kegiatan ini dapat dilakukan di rumah maupun di halaman rumah.
Sebelumnya saat Gamalis memimpin aksi bersih-bersih pantai di Gusung Sanggalau, Kepulauan Derawan, kawasan wisata, ia juga mengimbau semua lapisan masyarakat secara bersama-sama melakukan perubahan gaya hidup dan peduli terhadap lingkungan yang bersih dan nyaman.
"Saya imbau masyarakat dapat menjaga lingkungan dan saling menjaga kebersihan, jangan sampai sampah plastik mencemari pantai, mencemari kepulauan dan pesisir. Kalau bukan kita, siapa lagi yang akan menjaga. Mari sama-sama menjaga kelestarian alam dan pantai di Berau," ujarnya.
