Berau, Kaltim (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, menggandeng lintas sektor sebagai upaya mendongkrak produksi jagung untuk mendukung ketahanan pangan, baik untuk konsumsi masyarakat maupun sebagai pakan ternak.
Berkat kolaborasi dengan banyak pihak, produksi jagung Berau pada 2025 sebanyak 131.250 kilogram atau terbanyak di Kalimantan Timur. Posisi kedua adalah Kutai Timur sebanyak 12.867 kg, dan Kabupaten Kutai Kartanegara 10.418 kg.
"Jagung menjadi salah satu komoditas pangan andalan di Kabupaten Berau, khususnya di Kampung Tasuk, Kecamatan Gunung Tabur. Kami harap Kampung Tasuk menjadi sentra produksi jagung yang mampu meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani," kata Wakil Bupati Berau, Gamalis di Berau, Jumat.
Sedangkan lintas sektor yang berkolaborasi meningkatkan produksi jagung di Berau, salah satunya di Kampung Tasuk adalah Polres Berau, Kementerian Pertanian, Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), Perum Perhutani, Inhutani, serta kelompok tani.
"Sinergi ini harus terus dilakukan dan ditingkatkan, sebagai upaya mendukung program swasembada pangan nasional, khususnya pengembangan komoditas jagung," kata Gamalis.
Ia pun bersyukur karena Kampung Tasuk merupakan salah satu wilayah yang kelompok taninya menjadi bagian dari pembinaan Polres Berau, sehingga pada Kamis (8/1) kemarin berhasil dilakukan panen jagung bersama petani Tasuk, dalam memanfaatkan lahan di area PT SSD.
Panen jagung serentak secara nasional untuk kuartal I-2026 ini, Gamalis bersama rombongan secara simbolis memanen jagung di lahan seluas dua hektare, dengan perkiraan produksi sebanyak satu ton per hektare jagung pipilan kering (setelah jagung melalui proses pengeringan).
Selain melakukan panen, di kawasan tersebut juga dilakukan penanaman jagung pada lahan baru seluas dua hektare. Sedangkan di tempat lain juga masih menunggu masa panen dan ada pula yang persiapan tanam.
"Alhamdulillah, ini adalah bentuk kepedulian pemerintah kepada masyarakat, sekaligus dukungan positif dalam pengembangan komoditas jagung agar lebih maksimal. Panen tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi bagi para petani untuk terus meningkatkan produksi," katanya.
Gamalis pun menyatakan dukungan terhadap program nasional ketahanan pangan yang dinilai memberikan manfaat langsung bagi petani.
Terlebih pemda juga pun berkomitmen meningkatkan produksi pangan lokal untuk kesejahteraan masyarakat.
