Berau, Kaltim (ANTARA) - Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Kalimantan Timur (Baznas Kaltim) bersama Baznas Kabupaten Berau bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Berau memberdayakan pelaku UMKM setempat melalui pemberian bantuan motor gerobak, agar mereka mampu menjangkau lokasi lebih luas.
"Bantuan ini merupakan salah satu komitmen Pemkab Berau dalam memperkuat ekonomi kerakyatan melalui dukungan program ZCD pemberdayaan mustahik yang dijalankan oleh Baznas," kata Bupati Berau Sri Juniarsih Mas di Tanjung Redeb, Berau, Sabtu.
Program Zakat Community Development (ZCD), lanjutnya, dimanfaatkan untuk mendorong pelaku UMKM agar lebih produktif melalui bantuan z-Motor (sepeda motor dan gerobak usaha). Bahkan ada pula program Rumah Layak Huni Baznas (RLHB).
Ia menyebut bahwa sinergi dengan Baznas Kaltim dan Baznas Berau menjadi langkah strategis dalam memastikan program pemberdayaan tetap berjalan dan berdampak nyata bagi warga kurang mampu.
Pemkab Berau juga menilai penguatan UMKM sejalan dengan pertumbuhan sektor pariwisata daerah, karena wisatawan yang datang merupakan peluang, sehingga pelaku UMKM dan pelaku ekonomi kreatif (ekraf) harus mampu menangkap pasar ini.
Terlebih UMKM dan ekraf merupakan bagian penting dari strategi ekonomi daerah, karena selama ini sektor tersebut menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat.
Hingga 2025 jumlah UMKM di Berau lebih dari 16.000 unit sehingga kontribusinya terhadap roda pertumbuhan ekonomi daerah tidak bisa dipandang sebelah mata, justru menjadi penopang ekonomi kerakyatan.
"Ke depan, pemerintah daerah membuka ruang pengembangan bantuan serupa hingga tingkat kampung, termasuk kawasan wisata di Pulau Derawan dan Maratua, dengan tetap menekankan pemanfaatan bantuan secara optimal, perawatan sarana, serta menjaga kebersihan dan keberlanjutan usaha," katanya.
Sedangkan untuk Baznas Kabupaten Berau memastikan pengelolaan dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) dilakukan secara akuntabel dan berorientasi pada dampak, sehingga hasilnya juga bisa digunakan untuk pengentasan kemiskinan hingga memberi bantuan modal bagi masyarakat miskin.
"Di tengah dinamika dan keterbatasan anggaran, pemerintah daerah tetap berupaya menjaga pelayanan publik, sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat dengan menggandeng berbagai pihak, salah satunya kerja sama dengan Baznas," ujarnya.
Sementara Ketua Baznas Kabupaten Berau, Busransyah mengatur bahwa penerimaan ZIS pada 2025 senilai Rp6,39 miliar, dengan penyaluran Rp4,63 miliar. Sisa dana Rp1,65 miliar masih terus diarahkan untuk program pemberdayaan ekonomi kerakyatan agar mustahik makin mandiri melalui kolaborasi yang berkelanjutan dengan pemda.
