Berau, Kaltim (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Berau, Kalimantan Timur bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) setempat bersinergi mengentaskan kemiskinan karena kesadaran bahwa penyelesaian persoalan itu akan lambat jika hanya dilakukan pemerintah.
"Baznas bukan hanya lembaga pengumpul zakat, tetapi juga instrumen penting dalam membangun keadilan sosial, termasuk memiliki amanah mengentaskan kemiskinan melalui sejumlah program dari dana yang dikumpulkan," kata Bupati Berau Sri Juniarsih Mas di Tanjung Redeb, Rabu.
Baznas memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah daerah dalam upaya pengentasan kemiskinan, peningkatan kesejahteraan umat, serta mendukung program pembangunan daerah melalui pengelolaan dana zakat yang tepat sasaran.
Selama ini, Pemkab Berau komitmen menurunkan angka kemiskinan. Tingkat kemiskinan di Berau menunjukkan tren penurunan selama lima tahun terakhir, mulai dari 6,3 persen pada 2021 terus menurun hingga 5,08 persen pada 2024.
Badan Pusat Statistik (BPS) setempat menyatakan angka kemiskinan di Berau per Maret 2025 turun menjadi 4,4 persen, berkat pelibatan lintas sektor dan berbagai pihak dalam penanganan.
Keberhasilan ini, kata dia, menegaskan bahwa target penurunan lima persen yang ditetapkan dalam RPJMD Berau 2025 bukan hanya tercapai, tetapi sudah terlampaui, yakni 6.000 warga berhasil keluar dari garis kemiskinan.
Selain itu, indeks kedalaman kemiskinan turut mengalami penurunan drastis, yakni dari 0,95 menjadi 0,41, indeks keparahan kemiskinan juga menurun dari 0,20 menjadi 0,07, menunjukkan bahwa tidak hanya jumlah penduduk miskin yang berkurang, tetapi beban kemiskinan warga juga semakin ringan.
Saat melantik lima pemimpin Baznas Kabupaten Berau periode 2025–2030 pada Senin (12/1), ia juga menekankan pentingnya sinergi antara Baznas dan pemda serta pemangku kepentingan lain agar berbagai program Baznas dapat berjalan seiring dengan prioritas pembangunan daerah.
Selama ini, Baznas banyak berkontribusi terhadap Berau, di antaranya pada awal Januari ini Baznas Kaltim dan Baznas Berau memberdayakan pelaku UMKM melalui pemberian bantuan motor gerobak, agar mereka mampu menjangkau lokasi lebih luas.
"Bantuan ini merupakan salah satu langkah memperkuat ekonomi kerakyatan melalui program Zakat Community Development (ZCD), untuk mendorong pelaku UMKM agar lebih produktif melalui sepeda motor dan gerobak usaha. Bahkan ada pula program Rumah Layak Huni Baznas (RLHB)," ujar Bupati Sri Juniarsih Mas.
