Berau, Kaltim (ANTARA) - Bupati Berau, Kalimantan Timur, mengajak semua pemuda setempat memanfaatkan media sosial (medsos) sebagai media belajar, karena banyak hal baik yang ada di medsos, youtube misalnya, banyak pengetahuan yang bisa diserap untuk meningkatkan keterampilan.
Tidak sebaliknya, medsos justru digunakan untuk hal-hal yang dapat mencelakai diri sendiri, misalnya mengunggah hal yang tidak mendidik, berkomentar dengan bahasa kasar, menyinggung orang, dan lainnya, karena hal ini justru bisa bermasalah dengan hukum.
"Manfaatkan medsos dari sisi positif, yakni untuk meningkatkan kemampuan. Jangan asal komentar, jangan asal membagikan, semua informasi harus disaring dan dipastikan kebenarannya," ujar Bupati Berau Sri Juniarsih Mas saat Sarasehan Pemuda Muslimin di Tanjung Redeb, Berau, Senin.
Ia melanjutkan, kemajuan teknologi yang begitu pesat saat ini, memang membuat pemuda sulit menghindari medsos, karena beraga informasi, bahkan sampai perdagangan barang pun banyak dilakukan melalui medsos.
Untuk itu, ia mengajak semua warga, terutama pemuda memanfaatkan medsos secara bijak agar tidak terjebak dalam hal-hal yang negatif, tapi justru bisa mendapat keuntungan dan dapat meningkatkan pengetahuan dari medsos.
Sarasehan yang digelar di Balai Mufakat Tanjung Redeb ini merupakan kegiatan yang dilaksanakan oleh Komisi Pendidikan dan Kaderisasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Berau.
Ratusan pemuda, mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi, pelajar SMA dan sederajat, serta pelajar SMP turut mengikuti kegiatan tersebut.
Sarasehan ini dilaksanakan untuk menguatkan akhlak dan pondasi agama kepada para pemuda Muslimin yang merupakan penerus pembangunan bangsa di masa depan.
Sementara tema yang diangkat dalam giat ini adalah "Menumbuhkan Islam Sebagai Rahmatan Lil Alamin", yakni Islam untuk merahmati semesta alam, sehingga orang Islam harus mengutamakan kebaikan bagi semua.
"Pemkab Berau komitmen dalam mewujudkan SDM yang cerdas, unggul, produktif dan berakhlak. Sarasehan ini pun satu dan dengan tujuan yang sama dalam mencetak generasi penerus harapan bangsa yang akan jadi calon pemimpin di masa depan," katanya.
Sri Juniarsih melanjutkan, kegiatan ini sebagai penambah wawasan kepada generasi muda, karena calon pemimpin, bahkan sampai jadi pemimpin pun harus memiliki wawasan luas, banyak membaca, mendengarkan, melihat, dan terus bersosialisasi.
Ia juga mengajak seluruh pemuda berkontribusi bagi lingkungan, terlibat pada berbagai organisasi kepemudaan yang iklimnya sehat dan positif, sehingga bisa membentuk karakter yang disiplin dan berwawasan luas.
