Tanjung Redeb, Kaltim (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, melakukan transformasi ekonomi dari mengandalkan pertambangan ke sektor yang dapat diperbarui, salah satunya pariwisata, mengingat daerah ini memiliki banyak destinasi wisata bahari seperti Kepulauan Derawan dan Maratua.
"Salah satu prioritas utama pembangunan Berau 2026 ini adalah pengembangan sektor pariwisata, sebagai bagian dari transformasi ekonomi daerah," ujar Bupati Berau Sri Juniarsih Mas saat memimpin Rapat Koordinasi Evaluasi Realisasi APBD 2025 dan Strategi Pelaksanaan APBD 2026 di Tanjung Redeb, Rabu.
Ia menyebut bahwa Kabupaten Berau memiliki potensi pariwisata yang besar, khususnya kawasan Kepulauan Maratua yang memiliki keunggulan ekosistem laut dan daya tarik wisata kelas dunia.
Untuk itu, dukungan akses penerbangan berupa Bandara Maratua yang telah beroperasi, dinilai mampu membuka peluang dalam menggaet wisatawan baik nusantara maupun wisatawan asing, sehingga promosi pun diminta terus digencarkan oleh instansi terkait.
Ia terus mendorong semua pihak terkait serius melakukan transformasi ekonomi yang salah satunya serius dalam pengembangan pariwisata, karena pengelolaan pariwisata yang baik tidak hanya dapat meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD), tetapi juga mendorong pendapatan kampung di sekitar destinasi wisata, termasuk untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Pada rapat tersebut bupati juga memberikan apresiasi kepada organisasi perangkat daerah (OPD) yang berhasil mencapai realisasi fisik 100 persen, yakni Dinas Pendidikan, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Bapelitbang, Dinas Perkebunan, serta Kecamatan Teluk Bayur.
Capaian ini diharapkan bisa dipertahankan oleh instansi terkait, kemudian menjadi motivasi bagi instansi lain di tahun ini.
Terlebih dengan waktu dan kemampuan yang sama, ia terus mendorong agar realisasi fisik 2026 dapat mencapai hasil optimal.
"Visi pembangunan pada 2026 ini dijabarkan melalui 18 program unggulan yang dilaksanakan secara bertahap, menyesuaikan dinamika anggaran dan rekomendasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK)," katanya.
Sedangkan 18 program unggulan tersebut antara lain penguatan Pejuang Sigap Sejahtera untuk membangun kampung, bantuan seribu laptop untuk guru dan wifi gratis, beasiswa, BPJS Kesehatan gratis, bantuan langsung tunai bagi masyarakat kurang mampu, pengembangan destinasi wisata.
