Penajam Paser Utara (ANTARA) - Petani Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur diminta jangan membiarkan lahan pertanian tanaman padi menganggur atau tidak dimanfaatkan agar produksi pangan terus meningkat yang bermuara peningkatan ekonomi masyarakat.
"Pengembangan sektor pertanian sangat penting," ujar Bupati Penajam Paser Utara Mudyat Noor ketika ditanya mengenai ketahanan pangan di Penajam, Senin.
"Petani diminta untuk tidak membiarkan lahan pertanian tanaman padi ada yang menganggur," tambahnya.
Sektor pertanian harus menjadi salah satu fokus pembangunan kabupaten, lanjut dia, karena memiliki dampak langsung terhadap ketahanan pangan dan ekonomi masyarakat.
Optimalisasi lahan pertanian dinilai dapat meningkatkan produksi pangan sekaligus membuka peluang ekonomi masyarakat Kabupaten Penajam Paser Utara.
Keberadaan Ibu Kota Nusantara (IKN) di sebagian wilayah Provinsi Kalimantan Timur, juga membuka peluang pasar yang besar bagi hasil pertanian dari daerah sekitar.
Baca juga: Produksi cabai kecil di Penajam capai 1.680 ton/tahun
Dengan meningkatnya kebutuhan pangan di kawasan IKN, jelas dia, daerah-daerah sekitar dapat mengambil peran sebagai daerah penyangga pangan ibu kota negara baru Indonesia itu.
Lahan pertanian tanaman padi produktif di Kabupaten Penajam Paser Utara tercatat mencapai 14.070 hektare, satu tahun petani melakukan dua kali panen dengan rata-rata hasil panen padi sekitar 50.000 ton gabah kering panen (GKP).
Dan pada tahun ini juga dilakukan optimalisasi lahan pertanian tanaman padi sekitar 5.436 hektare yang telah ditetapkan Kementerian Pertanian.
"Kabupaten Penajam Paser Utara memiliki potensi besar sebagai penyangga IKN," katanya.
Sehingga sekali lagi diingatkan kepada petani agar lahan pertanian yang tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal, sehingga produksi pangan terus meningkat, demikian Mudyat Noor.
Baca juga: NTP Kaltim Februari indikasikan petani makmur
Pewarta: Nyaman Bagus PurwaniawanEditor : Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2026