Penajam Paser Utara (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur, melakukan pantauan pasokan dan harga bahan pangan di pasaran sebagai upaya menekan laju inflasi di kabupaten tersebut.

"Pasokan dan harga pangan di pasaran secara rutin di pantau," ujar Asisten II Bagian Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara Hadi Saputro di Penajam, Kalimantan Timur, Kamis.

"Apabila ada indikasi pasokan terhambat, dilakukan beberapa pencegahan agar tidak terjadi lonjakan harga,” katanya menambahkan.

Hasil pantauan, ia mengatakan sejumlah bahan pangan yang sempat mengalami kenaikan saat hari besar keagamaan perlahan menurun, di antaranya harga daging sapi segar dari Rp180.000 per kilogram turun menjadi Rp150.000 per kilogram.

"Harga cabai rawit juga turun menjadi Rp80.000 per kilogram, yang sebelumnya mencapai Rp100.000 per kilogram," ujar dia.

Pantauan perkembangan pasokan dan harga bahan pangan di pasaran secara rutin dilakukan memastikan distribusi komoditas bahan pokok berjalan lancar, lanjut dia, serta mencegah terjadinya kelangkaan, menjaga stabilitas harga dan menekan laju inflasi.

Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Penajam Paser Utara mencatat penyumbang inflasi cukup besar berasal dari komoditas makanan, minuman dan tembakau mencapai 1,25 persen.

Komoditas lainnya yang mendorong naiknya inflasi menurut data dari BPS setempat, katanya menjelaskan. Antara lain cabai 0,12 persen, terung 0,9 persen, ikan tongkol 0,43 persen dan tomat 0,08 persen.

Gambaran tersebut menunjukkan inflasi di Kabupaten Penajam Paser Utara mencapai 1,09 persen pada Maret 2026, mengalami kenaikan dibanding Februari 2026 yang hanya 0,89 persen, kata Hadi Saputro.

Baca juga: Kabupaten Penajam bersama Bank Indonesia jaga MBG dan inflasi



Pewarta: Nyaman Bagus Purwaniawan
Editor : Imam Santoso

COPYRIGHT © ANTARA 2026