Penajam Paser Utara (ANTARA) - Petani di Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur, diminta harus melaporkan rencana panen tanaman padi guna mengoptimalkan serapan gabah kering panen (GKP) petani di kabupaten setempat.

"Hasil panen padi harus diikuti serapan yang cepat, agar petani tetap untung,” ujar Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian Kabupaten Penajam Paser Utara Gunawan ketika ditanya mengenai panen tanaman padi di Penajam, Jumat.

"Agar serapan dapat dioptimalkan petani diminta melaporkan rencana panen melalui penyuluh," tambahnya.

Diupayakan produksi tanaman padi petani di Kabupaten Penajam Paser Utara tidak bakal berujung pada penurunan harga GKP, selama koordinasi antara petani, penyuluh, dan pihak penyerap tetap berjalan efektif.

Sejauh ini, jalur serapan GKP masih terkendali, jelas dia, Badan Urusan Logistik bersama mitra penggilingan padi siap menyerap hasil panen petani.

Penggilingan padi lokal berkontribusi dalam penyerapan GKP, dengan tidak ada batas minimal tonase yang diberlakukan selama gabah memenuhi standar kualitas panen.

Kemudian juga menjaga stabilitas harga melalui kebijakan harga pembelian pemerintah (HPP) sebesar Rp6.500 per kilogram, sangat penting untuk mencegah potensi permainan harga yang merugikan petani.

"Harga beli gabah selalu diawasi dan dijaga jangan sampai pembelian di bawah HPP,” katanya.

Tercatat realisasi tanam padi mencapai 7.118 hektare dari target 7.000 hektare sepanjang Oktober 2025 hingga Maret 2026, dan tanaman padi di atas lahan kisaran 6.064,75 hektare di antaranya mulai dipanen musim pertama 2026.

Rata-rata petani dua kali dalam satu tahun dengan hasil panen 5,32 ton per hektare, ditargetkan panen tanaman padi pada 2026 mencapai 50.329 GKP, terdata hasil panen pada 2024 sekitar 48.188 GKP dan meningkat menjadi 50.250 GKP pada 2025.

Tercatat hingga akhir 2025, penyerapan gabah Bulog dari petani Kabupaten Penajam Paser Utara sekitar 11.000 ton GKP, demikian Gunawan.

Baca juga: IKN dan IPB hasilkan panen padi gogo 20 hektare di Muara Jawa



Pewarta: Nyaman Bagus Purwaniawan
Editor : Imam Santoso

COPYRIGHT © ANTARA 2026