Berau, Kaltim (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Berau, Kalimantan Timur menggandeng Balai Pendidikan dan Pelatihan Keuangan (BPPK) Balikpapan dalam memperkuat budaya kerja sehingga ke depan total 9.623 aparatur sipil negara (ASN) di daerah ini mampu menjalankan tugas secara profesional.
"Penguatan budaya kerja merupakan bagian dari upaya menumbuhkan kesadaran aparatur terhadap tugas dan tanggung jawab yang diemban," ujar Sekretaris Daerah Kabupaten Berau Muhammad Said saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Budaya Kerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Tanjung Redeb, Senin.
Bimtek bagi ASN Pemkab Berau, katanya, penting karena berkaitan erat dengan integritas, loyalitas, dan kompetensi yang harus dimiliki setiap pegawai, terlebih jumlah ASN di Berau tergolong banyak.
Berdasarkan data Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Berau, jumlah ASN di kabupaten ini mencapai 9.623 orang, terdiri atas 4.602 pegawai negeri sipil (PNS), 3.475 pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK), serta 1.546 PPPK paruh waktu.
Dari total PPPK tersebut, tercatat 2.527 ASN merupakan tenaga guru, 1.577 tenaga kesehatan, dan 736 tenaga teknis yang tersebar di berbagai organisasi perangkat daerah Pemkab Berau.
Said mengatakan pencapaian suatu organisasi dapat diukur melalui kinerja serta capaian yang dihasilkan oleh masing-masing OPD, sehingga seluruh aparatur dituntut menjalankan tugas secara profesional dan berorientasi pada pelayanan kepada masyarakat.
Ia juga menegaskan pentingnya penerapan nilai-nilai dasar ASN yang terangkum dalam konsep BerAKHLAK, yakni Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif.
"Nilai-nilai tersebut menjadi pedoman dalam membangun budaya kerja yang profesional di lingkungan pemerintahan. Setiap OPD memiliki peran masing-masing yang harus dijalankan secara optimal. Salah satu indikator utama dalam sebuah organisasi adalah loyalitas, sebagai bentuk ketaatan terhadap peraturan yang berlaku," ujarnya.
Ia menyebut bimtek bertujuan memberikan pemahaman kepada perangkat daerah mengenai peran penting budaya kerja dalam organisasi.
Selain itu, juga diarahkan untuk merumuskan budaya kerja OPD, menumbuhkan komitmen pimpinan dalam implementasinya, serta mengaitkan budaya kerja dengan peningkatan kinerja dan kualitas pelayanan publik.
"Target dari bimtek ini adalah agar tercapainya kesepahaman bersama seluruh OPD terkait konsep penguatan nilai budaya kerja yang berorientasi pada pelayanan masyarakat," kata Sekda Muhammad Said.
Baca juga: Program SIGAP Berau angkat produksi minyak kelapa dalam
