Samarinda (ANTARA) - Di tengah hamparan lahan Kalimantan Timur yang luas, suara mesin traktor memecah keheningan. Petani-petani terpapar matahari, tekun mengolah tanah.
Bukan tanpa alasan, mereka adalah bagian dari upaya besar menjaga pilar utama bangsa ini tetap berdiri kokoh, tak bukan demi menjunjung ketahanan pangan, sebagai bagian dari penopang Asta Cita pemerintahan Presiden dan Wakil Presiden, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.
PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim), perusahaan pupuk raksasa yang merupakan anak perusahaan Pupuk Indonesia berbasis di Bontang, turut memainkan peran krusial dalam upaya tersebut.
Dengan program Mari Kita Majukan Usaha Rakyat (MAKMUR) dan Agrosolution, Pupuk Kaltim tak sekadar menjual pupuk, tapi juga menanam harapan di setiap jengkal tanah garapan.
"Ketahanan pangan bukan sekadar jargon. Ini adalah urusan perut 270 juta rakyat Indonesia," ujar Yusva Sulistyo, Project Manager Program MAKMUR dan Agrosolution Pupuk Kaltim, dengan nada suara yang mantap.
Pupuk Kaltim terpanggil untuk menjadi bagian dari solusi merealisasikan Asta Cita dari Presiden Prabowo Subianto, bukan sekadar penonton.
Sebelumnya, Pupuk Kaltim memasang target ambisius: menambah 75 ribu hektar lahan dan 23 ribu petani baru ke dalam program MAKMUR. Angka ini bukan main-main, mengingat realisasi tahun 2023 yang mencapai 72.436 hektar lahan dan 24.497 petani saja sudah terbilang sukses.
Namun, target ini bukan tanpa tantangan. Perubahan iklim yang ekstrem, fluktuasi harga komoditas, dan rantai pasok global yang rentan, menjadi momok menakutkan bagi sektor pertanian.
Belum lagi, isu klasik seperti ketergantungan petani pada pupuk subsidi dan minimnya pengetahuan tentang praktik pertanian modern.
Pupuk Kaltim menyadari tantangan yang ada. Tapi, mereka percaya, dengan kolaborasi dan inovasi, saatnya untuk bisa melewatinya.
Lebih dari Sekadar Pupuk
Program MAKMUR dan Agrosolution bukan sekadar urusan penyediaan pupuk. Lebih dari itu, program ini fokus pada edukasi dan pemberdayaan petani. Pupuk Kaltim menyadari, pupuk berkualitas tanpa pengetahuan yang memadai, tak akan menghasilkan panen yang optimal.
Pupuk Kaltim memberikan pendampingan intensif kepada petani, mulai dari pemilihan benih, teknik penanaman, hingga pengendalian hama dan penyakit. Perusahaan tersebut juga mengedukasi mereka tentang penggunaan pupuk yang bijak, agar tidak hanya menghasilkan panen yang banyak, tapi juga menjaga kesuburan tanah.
Salah satu inovasi yang diunggulkan adalah Agrosolution, sebuah ekosistem pertanian mandiri yang mengintegrasikan teknologi dan praktik pertanian modern. Melalui platform digital, petani dapat mengakses informasi tentang cuaca, harga komoditas, dan teknik budidaya terbaru.
Pupuk Kaltim ingin mengubah wajah pertanian Indonesia, dari yang tradisional menjadi modern dan berkelanjutan.
Pupuk Kaltim tak hanya fokus pada komoditas utama seperti padi dan jagung. Mereka juga melirik potensi tanaman unggulan alternatif seperti kentang, kopi, bawang merah, tebu, kacang tanah, buncis, kacang panjang, dan sawit.
"Indonesia memiliki kekayaan hayati yang luar biasa. Kita tidak boleh hanya bergantung pada satu atau dua komoditas," tegas Yusva.
Diversifikasi komoditas akan memberikan nilai ekonomi lebih bagi petani dan memperkuat ketahanan pangan Indonesia.
Di tengah gejolak pasar pupuk global, Pupuk Kaltim berupaya keras menjaga ketersediaan pupuk di wilayah distribusinya.
SVP Transformasi Bisnis Pupuk Kaltim, Wisnu Ramadhani, memastikan bahwa stok pupuk aman untuk musim tanam kedua tahun 2024.
per 20 Februari 2025, Pupuk Kaltim telah menyiapkan stok pupuk bersubsidi sebesar 265.009 ton, yang terdiri dari 213.398 ton urea subsidi, 32.195 ton NPK Phonska, dan 19.416 ton NPK Kakao.
Pupuk Kaltim juga siap memastikan ketersediaan pupuk nonsubsidi di gudang-gudang dari Lini 1 sampai lini terakhir, sesuai dengan kebutuhan petani setempat.
Mimpi swasembada pangan
Di tengah hamparan ladang jagung yang menguning keemasan, senyum para petani di Kelurahan Bontang Lestari, Kota Bontang, merekah. Panen raya jagung varietas Raja R7 Ultimate kali ini membawa kabar baik: produktivitas meningkat signifikan. Bukan sekadar panen biasa, ini adalah hasil dari kolaborasi apik antara PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) dan para petani lokal, sebuah langkah nyata menuju swasembada pangan.
Angka 8,6 ton jagung per hektare beberapa waktu menjadi bukti nyata. Lonjakan 48 persen dari hasil panen sebelumnya ini bukan kebetulan.
Keberhasilan ini tak lepas dari penggunaan pupuk NPK Pelangi JOS, produk inovatif Pupuk Kaltim yang menggabungkan pupuk kimia dan hayati. "Salah satu keunggulannya, kandungan Bacillus sp dalam NPK Pelangi JOS mampu menjadikan tanah makin kaya akan nutrisi tanpa harus kehilangan daya dukung lahan, sehingga petani lebih efisien dalam pemakaian," jelas Wisnu.
Pupuk Kaltim tidak hanya menyediakan pupuk, tetapi juga pendampingan terpadu bagi para petani. Dari tata kelola pertanian hingga pemupukan berimbang, setiap langkah diawasi dan dibimbing. "Kami harap keberhasilan demplot ini menjadi motivasi bagi petani, sehingga peningkatan produktivitas pertanian di Kota Bontang semakin tercapai dengan lebih optimal," kata Wisnu.
Teknologi pertanian berkelanjutan menjadi kunci. Di tengah isu perubahan iklim dan degradasi lahan, penggunaan pupuk yang ramah lingkungan seperti NPK Pelangi JOS menjadi krusial. NPK Pelangi JOS juga tidak meninggalkan residu berlebihan, yang dapat menyebabkan ekosistem tanah menjadi rusak.
Bontang, dengan posisinya yang strategis di Kalimantan Timur, memiliki potensi besar untuk menjadi sentra produksi jagung. Mimpi ini didukung penuh oleh Pupuk Kaltim, yang terus menggenjot program demplot di berbagai wilayah.
Hal ini terus didukung Pupuk Kaltim agar sektor pertanian semakin berkembang, sehingga Bontang maupun Kaltim secara umum mampu mandiri pangan. Serta tidak terus bergantung pada daerah lain.
Dengan adanya Ibu Kota Negara (IKN) di Kalimantan Timur, kebutuhan akan pangan lokal semakin mendesak. Terlebih dengan adanya IKN, produktivitas pertanian sudah sepatutnya dipacu dalam mewujudkan swasembada, sehingga Kaltim ke depan tidak terus bergantung pada pasokan dari luar daerah.
Pupuk Kaltim menyadari betul peran pentingnya dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Melalui program demplot dan inovasi produk, mereka berupaya menciptakan pertanian yang lebih produktif, berkelanjutan, dan menyejahterakan.
Di Bontang, panen jagung kali ini bukan sekadar angka-angka statistik. Ini adalah bukti bahwa dengan kolaborasi, teknologi, dan komitmen, mimpi swasembada pangan bukan lagi ilusi, melainkan kenyataan yang semakin dekat.
Dongkrak produktivitas padi lewat Agrosolution
Hamparan sawah di Kecamatan Puger, Jember, Jawa Timur, kini tak lagi sama. Jika sebelumnya petani di sana hanya mampu memanen padi sekitar tujuh ton per hektare, kini angka itu melonjak menjadi delapan ton. Sebuah perubahan signifikan yang diraih berkat program Agrosolution dari PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim).
Di tengah isu ketahanan pangan yang terus mengemuka, langkah Pupuk Kaltim ini menjadi angin segar. Program Agrosolution, yang diresmikan melalui panen perdana di Jember, menjanjikan sistem pertanian terpadu yang tak hanya meningkatkan produktivitas, tetapi juga menyejahterakan petani.
"Fokus utama program ini adalah menjaga ketahanan pangan dengan penggunaan produk berkualitas dan ramah lingkungan," ujar Direktur Produksi Pupuk Kaltim, F. Purwanto.
Agrosolution bukan sekadar program penyediaan pupuk. Lebih dari itu, ia menawarkan pendampingan intensif dan berkelanjutan bagi petani. Konsep 5P (People, Planet, Prosperity, Peace, dan Partnership) menjadi landasan dalam setiap langkahnya.
Petani tak hanya diberi akses ke pupuk non-subsidi berkualitas seperti Urea Daun Buah (Nitrea), NPK Pelangi, Ecofert, dan Biodex, tetapi juga kemudahan dalam mendapatkan bibit, pestisida, hingga akses permodalan. Bahkan, ada jaminan asuransi pertanian untuk melindungi mereka dari risiko gagal panen, serta kepastian pembelian hasil panen dengan harga di atas rata-rata pasar.
Program ini pun menjadi wadah bagi para petani, agar bisa meningkatkan hasil produksi secara maksimal.
Salah satu poin penting dari Agrosolution adalah mendorong penggunaan pupuk non-subsidi. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan petani pada pupuk subsidi, yang seringkali menjadi masalah klasik dalam sektor pertanian.
Program Agrosolution juga mendorong penggunaan produk pupuk non-subsidi oleh petani, sehingga ketergantungan terhadap pupuk subsidi dapat dikurangi dan target lahan produktif dapat tercapai secara lebih efektif dan efisien.

Menuju pertanian berkelanjutan
Keberhasilan Agrosolution di Jember diharapkan menjadi contoh bagi daerah lain. Program ini tak hanya berfokus pada peningkatan produksi, tetapi juga pada keberlanjutan pertanian. Dengan tata kelola yang optimal, kesejahteraan petani diharapkan meningkat secara signifikan.
Sektor pertanian memiliki potensi besar untuk dikembangkan dalam menopang ketahanan pangan nasional sekaligus menjadi peluang bisnis bagi para petani. Melihat keberhasilan program di berbagai daerah, kami yakin produktivitas dan kesejahteraan petani dapat terus ditingkatkan.
Dengan Agrosolution, Pupuk Kaltim membuktikan bahwa peningkatan produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani dapat dicapai melalui pendekatan yang holistik dan berkelanjutan. Pertanian Indonesia, tampaknya, sedang menuju arah yang lebih cerah.
Sektor pertanian pangan adalah salah satu pilar utama perekonomian Indonesia. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa sektor pertanian menjadi salah satu kontributor terbesar terhadap total Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia.
Di tengah berbagai tantangan, Pupuk Kaltim terus berupaya menjadi mitra petani dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional. Dengan inovasi, edukasi, dan kolaborasi, Pupuk Kaltim berharap dapat mengurai benang kusut ketahanan pangan, dari lahan gambut hingga meja makan.
Indonesia, dengan bentang alam pertaniannya yang luas dan sebagian besar penduduknya yang bergerak di bidang pertanian, menghadapi tantangan ganda dalam memastikan ketahanan pangan dan mengurangi kemiskinan di pedesaan.
Praktik pertanian berkelanjutan, yang menekankan perlindungan lingkungan dan kelayakan ekonomi, telah muncul sebagai strategi penting untuk mengatasi tantangan ini. Dalam konteks ini, Pupuk Kaltim bisa memainkan peran penting dalam mempromosikan pertanian berkelanjutan dan mendorong pembangunan pedesaan melalui program dan inisiatifnya yang komprehensif.
Komitmen Pupuk Kaltim terhadap pertanian berkelanjutan tertanam kuat dalam filosofi perusahaannya. Perusahaan mengakui pentingnya menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi dengan pengelolaan lingkungan dan tanggung jawab sosial.
Komitmen ini tercermin dalam berbagai programnya yang bertujuan untuk mengoptimalkan sumber daya lokal, mempromosikan praktik pertanian berkelanjutan, dan memberdayakan petani.
Program Pupuk Kaltim telah memberikan dampak yang signifikan dalam mempromosikan pertanian berkelanjutan dan mendorong pembangunan pedesaan di Indonesia. Program MAKMUR telah memberdayakan petani untuk mengadopsi praktik berkelanjutan, yang mengarah pada peningkatan produktivitas, pengurangan dampak lingkungan, dan peningkatan mata pencaharian.
Kemitraan dan kolaborasi perusahaan telah memfasilitasi berbagi pengetahuan dan transfer teknologi, berkontribusi pada adopsi praktik pertanian berkelanjutan yang lebih luas. Upaya konservasi lingkungan Pupuk Kaltim telah membantu melindungi dan memulihkan ekosistem vital, memastikan keberlanjutan pertanian jangka panjang.
Lebih lanjut, program pengembangan masyarakat Pupuk Kaltim telah meningkatkan kualitas hidup di daerah pedesaan, berkontribusi pada pengentasan kemiskinan dan pertumbuhan ekonomi.
Meskipun telah terjadi kemajuan yang signifikan, tantangan tetap ada dalam mempromosikan pertanian berkelanjutan dan pembangunan pedesaan. Ini termasuk kesadaran yang terbatas di kalangan petani, kurangnya akses ke teknologi dan keuangan, dan infrastruktur yang tidak memadai di beberapa daerah pedesaan.
Namun, ada juga peluang signifikan untuk lebih meningkatkan dampak dari program Pupuk Kaltim. Ini termasuk memanfaatkan teknologi digital untuk memberikan informasi dan pelatihan kepada petani, memperluas kemitraan untuk menjangkau daerah yang lebih terpencil, dan mengembangkan mekanisme pembiayaan inovatif untuk mendukung pertanian berkelanjutan.
Program dan inisiatif komprehensif Pupuk Kaltim melalui Program MAKMUR telah menunjukkan komitmennya terhadap pertanian berkelanjutan dan pembangunan pedesaan di Indonesia.
Melalui pemberdayaan petani, mempromosikan praktik berkelanjutan, dan berinvestasi dalam pengembangan masyarakat, Pupuk Kaltim memainkan peran penting dalam memastikan ketahanan pangan, mengurangi kemiskinan, dan melindungi lingkungan.
Ketika Indonesia terus menghadapi tantangan pembangunan pertanian dan kemiskinan pedesaan, upaya dan inovasi Pupuk Kaltim yang berkelanjutan akan sangat penting dalam mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan dan inklusif di sektor pertanian.
Langkah merangkul teknologi baru, memperkuat kemitraan, dan memperluas jangkauannya, Pupuk Kaltim dapat lebih meningkatkan dampaknya dan berkontribusi pada masa depan yang lebih sejahtera dan berkelanjutan bagi masyarakat.
PROPER Emas adalah bukti
Gemuruh tepuk tangan membahana di Jakarta, Senin, 24 Februari 2025, saat nama PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) kembali disebut dalam Anugerah Lingkungan PROPER 2024. Bukan kali pertama, perusahaan pupuk raksasa ini berhasil mempertahankan peringkat Emas, kali ini yang kedelapan kalinya. Sebuah bukti konsistensi dalam pengelolaan lingkungan hidup di tengah hiruk pikuk industri petrokimia.
Di balik kilau PROPER Emas, sosok Budi Wahju Soesilo, Direktur Utama Pupuk Kaltim, turut disorot. Ia dianugerahi Green Leadership Madya, penghargaan yang menandakan kepemimpinannya dalam menggerakkan perusahaan menuju praktik bisnis berkelanjutan. Bukan sekadar seremonial, penghargaan ini adalah pengakuan atas upaya nyata Pupuk Kaltim dalam mengintegrasikan prinsip-prinsip Environment, Social, and Governance (ESG) ke dalam setiap lini bisnisnya.
"Pencapaian ini semakin memperkokoh posisi kami sebagai pelopor keberlanjutan di industri pupuk dan petrokimia Indonesia," ujar Budi Wahju Soesilo. Kalimat itu bukan sekadar retorika, melainkan cerminan dari komitmen perusahaan untuk tidak hanya fokus pada produksi pupuk demi ketahanan pangan nasional, tetapi juga menjaga kelestarian alam.
Lalu, apa yang membuat Pupuk Kaltim begitu istimewa? Jawabannya terletak pada inovasi-inovasi hijau yang mereka terapkan. Salah satu yang mencuri perhatian adalah pengembangan sumber daya manusia (SDM) melalui pelatihan dan pengembangan kompetensi yang mendukung transformasi hijau. Ini bukan sekadar pelatihan biasa, melainkan upaya menyiapkan generasi penerus yang memiliki kesadaran dan kemampuan untuk menjalankan industri yang ramah lingkungan.
Pupuk Kaltim juga gencar melakukan dekarbonisasi melalui berbagai program, salah satunya adalah revamping ammonia. Langkah ini merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk mengurangi emisi gas rumah kaca. Selain itu, penerapan prinsip ekonomi sirkular dalam pembangunan pabrik soda ash pertama di Indonesia juga menjadi bukti nyata komitmen mereka. Pabrik ini mampu menyerap 170.000 ton CO2 per tahun, sebuah kontribusi signifikan dalam upaya mitigasi perubahan iklim.
"Inovasi-inovasi ini adalah wujud nyata upaya perusahaan dalam memastikan keberlanjutan bisnis yang selaras dengan pelestarian lingkungan," tegas Soesilo. Kalimat itu bukan sekadar janji, melainkan bukti nyata dari kerja keras dan dedikasi seluruh jajaran Pupuk Kaltim.
Penghargaan PROPER dan Green Leadership yang diraih Pupuk Kaltim bukan sekadar ajang unjuk gigi. Lebih dari itu, penghargaan ini memiliki peran penting dalam mendorong perusahaan-perusahaan lain untuk berinovasi dan meningkatkan kinerja pengelolaan lingkungan hidup.

Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq menekankan pentingnya peran PROPER dan Green Leadership. Ia berharap, penghargaan ini dapat menjadi motivasi bagi perusahaan lain untuk mengikuti jejak Pupuk Kaltim dalam menjaga kelestarian lingkungan.
"PROPER bukan hanya tentang penilaian, tetapi juga tentang pembinaan dan pendampingan. Kami ingin agar semakin banyak perusahaan yang sadar akan pentingnya pengelolaan lingkungan hidup," ujar Hanif.
Pupuk Kaltim, dengan prestasi yang diraihnya, telah menjadi contoh nyata bahwa keberlanjutan dan profitabilitas dapat berjalan beriringan. Mereka membuktikan bahwa industri dapat tumbuh dan berkembang tanpa harus mengorbankan lingkungan.
Perjalanan Pupuk Kaltim menuju industri berkelanjutan tentu tidak mudah. Dibutuhkan komitmen, inovasi, dan kerja keras dari seluruh pihak. Namun, dengan semangat dan tekad yang kuat, mereka berhasil membuktikan bahwa perubahan itu mungkin.
Spirit Pupuk Kaltim ini adalah inspirasi bagi semua. Bahwa di tengah tantangan perubahan iklim dan kerusakan lingkungan, masih ada harapan. Bahwa industri dapat menjadi bagian dari solusi, bukan bagian dari masalah.