Samarinda (ANTARA) - Warga Samarinda, Kalimantan Timur, khusus umat Islam berbondong-bondong mengunjungi Tempat Pemakaman Umum (TPU) untuk mendoakan anggota keluarga yang telah berpulang, yang merupakan tradisi tahunan menjelang bulan suci Ramadhan 1446 Hijriah.
Salah satu TPU yang ramai dikunjungi adalah Kuburan Muslimin Abul Hasan, Samarinda, Kalimantan Timur.
"Biasa memang sebelum masuk bulan puasa, kami ke sini, mendoakan orang tua, karena kalau masuk Ramadhan tinggal fokus ibadah saja," ujar seorang warga Samarinda, Siti Maysaroh, saat ditemui di TPU Abul Hasan, Samarinda, Kamis.
Ia menuturkan bahwa ziarah kubur menjelang Ramadhan merupakan tradisi yang telah lama dilakukan keluarganya.
Maysaroh datang bersama keluarga, termasuk anak-anak, untuk membersihkan makam, menyiram air, menabur bunga, dan membaca Al-Quran surah Yasin.
"Kami sengaja mengambil waktu untuk berziarah ke makam keluarga setiap memasuki bulan puasa, ini telah lama dilakukan untuk mendoakan anggota keluarga yang telah berpulang," ucapnya.
Tradisi ziarah kubur ini tidak hanya menjadi momentum untuk mendoakan keluarga yang telah meninggal, tetapi juga membawa berkah bagi para pedagang bunga di sekitar TPU.
Rahimah, seorang pedagang bunga di Kuburan Muslimin Abul Hasan, mengungkapkan peningkatan jumlah peziarah mulai terasa sejak lima hari yang lalu.
"Ramainya sudah dari lima hari yang lalu, terutama hari Ahad kemarin. Alhamdulillah, dagangan habis terus," kata Rahimah.
Ia memperkirakan puncak keramaian akan terjadi pada hari Jumat dan sore hari menjelang malam Ramadhan.
Rahimah telah berjualan bunga di TPU Abul Hasan sejak tahun 1980-an, meneruskan usaha orang tuanya. Ia menjual berbagai jenis bunga tabur dan kembang dengan harga yang bervariasi tergantung hiasan dan volume bungkusan, mulai dari Rp10.000 hingga Rp25.000 per bungkus.
"Kalau lagi ramai-ramai ini, omzet bisa sampai Rp500.000 per hari," ujarnya.
Ia menambahkan bahwa penjualan akan kembali ramai usai Hari Raya Idul Fitri.
Salah seorang Warga yang tinggal di sekitar pemakaman Siti Rahmah membenarkan bahwa kegiatan ziarah kubur mulai ramai sejak sepekan sebelum memasuki Ramadhan.
"Biasanya waktu yang ramai sepekan menjelang Ramadhan, Lebaran Idul Fitri, dan Hari Raya Idul Adha," katanya.*