Balikpapan (ANTARA) - Peresmian Lapangan Sepinggan Baru atau Sebaru bukan hanya menambah fasilitas olahraga di Balikpapan Selatan, tetapi juga membuka ruang publik baru yang bisa dimanfaatkan warga sepanjang hari.
Anggota Komisi III DPRD Balikpapan yang juga arsitek, Wahyullah Bandung, menyebut lapangan tersebut akan menjadi pusat aktivitas masyarakat. “Sepinggan Baru akan hidup 24 jam.
"Lapangan Sebaru bukan hanya untuk sepak bola, tapi juga ruang interaksi sosial dan ekonomi warga,” ujarnya di Balikpapan, Rabu.
Dengan penerangan stadion yang memadai, warga bisa berolahraga hingga malam hari. Kehadiran lapangan juga memberi peluang bagi pelaku UMKM untuk membuka usaha di sekitar lokasi, sehingga mendukung ekonomi lokal.
Selain itu, lapangan berstandar FIFA ini menjadi sarana pembinaan generasi muda. Anak-anak dan remaja di Sepinggan Baru kini memiliki tempat latihan yang aman dan representatif.
Menurutnya, bagi masyarakat umum, lapangan tersebut menjadi ruang rekreasi terbuka. Warga bisa berkumpul, mengadakan kegiatan komunitas, hingga menjadikannya sebagai ruang hiburan keluarga.
“Lapangan ini dari rakyat untuk rakyat. Silakan dimanfaatkan, tapi juga dijaga bersama,” kata Wali Kota Rahmad Mas’ud beberapa waktu lalu saat meresmikan.
Sebelumnya, selama tiga minggu penuh sebelum diresmikan, Lapangan Sebaru sudah berfungsi dan menjadi tempat penyelenggaraan turnmen sepakbola Wali Kota Cup 2025. Sebanyak 40 tim dari berbagai daerah di Kalimantan Timur berlaga sejak lepas tengah hari hingga jelang tengah malam, dari pertengahan November hingga partai final 7 Desember lalu.
Turnamen itu tidak hanya menghadirkan pertandingan seru, tetapi juga menghidupkan suasana kawasan dengan ribuan penonton yang datang setiap hari.
“Event itu menjadi bukti nyata bahwa lapangan baru ini langsung memberi manfaat bagi masyarakat. Warga bisa menikmati hiburan olahraga, pelaku usaha kecil mendapat peluang berjualan, dan komunitas sepak bola lokal memperoleh wadah kompetisi yang representatif,” papar Wahyullah, yang juga Ketua Panitia Wali Kota Cup 2025.
“Alhamdulillah, selama turnamen, yang jualan di sini pada senang. Apa saja laris,” kata Suratno, penjual es jeruk-teh es-empek-empek yang tempatnya kini menjadi pojok Lapangan Sebaru, selain juga jadi pojok Taman Tiga Generasi.
Kedua ruang terbuka, Lapangan Sebaru dan Taman Tiga Generasi memang berdekatan dan kini menjadi pusat kegiatan warga di Balikpapan Selatan.
Wahyullah menuturkan, kehadiran Lapangan Sebaru, juga Taman Tiga Generasi, menjadi model pembangunan ruang publik di tiap kecamatan, sekaligus memperkuat peran olahraga sebagai pemersatu masyarakat.
Sebelum Lapangan Sebaru, Balikpapan sudah memiliki Lapangan PONI di Kampung Baru, yang menghidupkan kawasan Kebun Sayur. Begitu pula Lapangan Merdeka di Klandasan, bahkan Stadion Batakan, dan termasuk juga Lapangan Bima Sakti di dalam komplek TNI AU di Sepinggan.

***
