Penajam Paser Utara (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur, melakukan pemantauan terhadap hewan ternak dan kerbau untuk mencegah penyakit mulut dan kuku (PMK) menjangkiti hewan ternak masyarakat di kabupaten dikenal Benuo Taka itu.
"Pemerintah kabupaten tidak ingin ada hewan ternak sapi dan kerbau milik warga terjangkit PMK, jadi dilakukan pantauan," ujar Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Kabupaten Penajam Paser Utara Ristu Pramula di Penajam, Senin.
Secara berkala petugas terus melakukan pantauan kesehatan hewan ternak sapi dan kerbau milik masyarakat, lanjut dia, memastikan tidak muncul kasus PMK sekaligus menjaga stabilitas ekonomi peternak.
Langkah pencegahan dinilai penting karena dampak buruk yang ditimbulkan PMK seperti tingginya tingkat kematian hewan ternak sapi dan kerbau, serta kerugian ekonomi bagi peternak.
Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara juga mengajukan bantuan vaksin PMK sebanyak 3.675 dosis kepada pemerintah pusat melalui Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.
Kementerian Pertanian diharapkan segera mendistribusikan vaksin PMK untuk mencegah penyakit tersebut kepada hewan ternak sapi dan kerbau milik peternak.
"tidak hanya pengawasan dan pengecekan kesehatan hewan ternak, tapi juga direncanakan lakukan vaksinasi hewan ternak sapi dan kerbau," jelasnya.
"Vaksin PMK harus terus dilakukan, tahun ini ditargetkan 3.675 ekor sapi dan kerbau dari total populasi 8.000 ekor yang belum divaksin," katanya lagi.
Penyuntikan vaksin PMK perlu dilakukan secara berkala, karena PMK sering muncul menyerang hewan ternak sapi dan kerbau, demikian Ristu Pramula.