Samarinda (ANTARA News Kaltim) - Dermaga Mahakam Hulu Samarinda yang melayani pelayaran menuju pedalaman Kalimantan Timur, yakni ke Kabupaten Kutai Barat, akan diganti menjadi beton.
"Staf Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, pak Hidayat hari ini (Selasa) mengunjungi Dermaga Mahakam Hulu dan beliau menilai bahwa dermaga ke pedalaman Kaltim ini sudah tidak layak bagi aktivitas bongkar muat barang. Materialnya sudah ada, tinggal pelaksanaan pembangunan total fisik dermaga yang selama ini terbuat dari kayu dan akan diganti beton," ungkap Kepala Dermaga Mahakam Hulu, Sukarja, Selasa malam.
Namun, Sukarja mengaku belum mengetahui anggaran pembangunan dermaga yang bersumber dari APBN tersebut.
"Besaran anggarannya kami tidak tahu tetapi yang jelas pembangunan ini diprakarsai oleh Bidang Lalu Lintas ASDP Dinas Perhubungan Kaltim," kata Sukarja.
Terdapat 28 kapal, baik angkutan penumpang maupun kapal khusus angkutan berbagai kebutuhan pokok ke pedalaman Kaltim beraktivitas di Demaga Mahakam Hulu Samarinda tersebut.
Dermaga Mahakam Hulu kata Sukarja merupakan penggabungan dua dermaga yakni, Dermaga Tenggarong dan Dermaga Raudah.
"Setiap hari, dua kapal melakukan pelayaran angkutan penumpang ke alur Sungai Mahakam yakni di Kabupaten Kutai Barat dengan rata-rata jumlah penumpang 100 orang. Untuk angkutan berbagai kebutuhan pokok, aktivitas pelayaran minimal satu kali seminggu," ungkap Sukarja.
Selain melihat langsung kondisi dermaga dan aktivitas pelayaran, staf Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan itu juga meminta penjelasan terkait tenggelamnya KM Surya Indah yang menyebabkan 28 orang tewas dan 83 penumpang selamat.
"Saya sampaikan kepada beliau bahwa pemberangkatan KM Surya Indah dari Dermaga Mahakam Hulu sudah sesuai prosedur dan semua dokumen serta peralatan keselamatan pelayannya memenuhi syarat. Begitupula dengan jumlah penumpang dan barang yang diangkut masih masih dibawah kapasitas yang ditetapkan yakni hanya 40 orang dari kapasitas 96 penumpang dan berat barang 10 kilogram dari 40 kilogram yang disyaratkan," katanya.
"Staf Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan itu kemudian menyampaikan himbauan sehubungan dengan tugas-tugas dermaga. Beliau juga menekankan agar pengawasan ketat baik kapal yang tambat maupun yang akan berlayar terkait dokumen kapal, alat keselamatan pelayaran serta kelengkapan navigasi," ungkap Sukarja. (*)
