Tanjung Redeb (ANTARA News - Kaltim) - Satpol PP Kabupaten Berau, Kaltim berjanji mengawasi ketat tempat hiburan malam (THM), termasuk indikasi PSK (pekerja seks komersial) yang masih berkeliaran menjajakan diri di pinggir jalan.
"Kami akan mengawasi ketat berbagai aktifitas yang bisa mengganggu ketertiban umat Islam dalam menjalankan ibadahnya selama Ramadhan 1432 Hijriah," Kepala Satpol PP (Satuan Polisi Pamong Praja) Berau Linus Bambang Pranoto di Tanjung Redep, Selasa.
Pihaknya berjanji untuk melakukan razia rutin terhadap semua THM di kota ini, apakah memang benar-benar tutup atau tidak.
Pihaknya berjanji melakukan pengawasan ketat tentang indikasi masih berkeliaran PSK di pinggir jalan karena lokalisasi pelacuran ditutup.
Tanjung Redep meskipun tergolong kota kecil di Kaltim namun hadirnya sejumlah perusahaan besar di daerah itu, seperti perusahaan pulp, PT. Kiani Kertas dan sejumlah perusahaan batu bara, antara lain PT. Berau Coal, juga membawa dampak negatif, misalnya menjamur THM serta meningkat jumlah PSK.
Berdasarkan hasil pencacahan Sensus Penduduk 2010, jumlah penduduk Kabupaten Berau 179.444 orang, yang terdiri atas 96.708 laki-laki dan 82.736 perempuan dengan nilai sex ratio sebesar 116.89
Kecamatan yang paling banyak penduduknya adalah Kecamatan Tanjung Redeb, yaitu sebanyak 62.857 Jiwa Selanjutnya diikuti kecamatan sambaliung 24.080 Jiwa, Kecamatan Gunung Tabur 15.039 Jiwa. Sementara Kecamatan Paling sedikit Penduduknya adalah Kecamatan Maratua 3.079 Jiwa.
Selain PSK, sasaran lain Satpol PP adalah para gelandangan dan pengemis yang jumlahnya cenderung meningkat pada Ramadhan dan lebaran.
"Sebelum Bulan Puasa, kami sudah melakukan razia namun selama Ramadhan pengawasan ekstra ketat akan dilaksanakan," ujar dia.
"Kami mengharapkan dukungan semua lapisan masyarakat, misalnya memberikan laporan jika ada hal-hal yang dianggap bisa mengganggu ketertiban masyarakat dan kekhusukan umat Islam dalam menjalankan ibadahnya," kata dia.
Peran warga itu sangat diharapkan dalam mendukung upaya menjaga ketertiban dan keamanan di "Kota Batiwaqal" tersebut.
