Jumat, 20 Oktober 2017

Komisi XI DPR Tinjau Pembangunan Infrastruktur Kaltim

id Kunjungan dpr, infrastruktur kaltim, komisi XI, kunjungan dpr
Balikpapan (ANTARA Kaltim) - Rombongan Komisi XI DPR RI yang dipimpin Wakil Ketuanya Marwan Cik Asan melakukan kunjungan kerja di Kalimantan Timur untuk meninjau perkembangan hasil pembangunan infrastruktur dan pengaruhnya terhadap perekonomian daerah setempat.

"Sebab hanya program-program pembangunan infrastrukturlah yang bisa mempercepat pertumbuhan ekonomi dengan segera," kata Cik Asan saat ditemui wartawan di Balikpapan, Jumat.

Menurut legislator asal Lampung itu, pembangunan infrastruktur di Kalimantan Timur yang sudah dikerjakan sekarang sedang dipantau Komisi XI dengan menggunakan sejumlah indikator kemajuan, terutama dampaknya dalam mengurangi pengangguran dan peningkatan pendapatan masyarakat.

"Itu yang kami ingin lihat," kata Cik Asan.

Sebelumnya ke-14 anggota Komisi XI DPR RI menggelar rapat tertutup dengan pimpinan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Timur dan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan, serta Badan Pusat Statistik Kaltim.

Saat ini, Kalimantan Timur sedang mengerjakan delapan proyek infrastruktur utama, di antaranya pekerjaan proyek jalan bebas hambatan Balikpapan-Samarinda, perluasan dan peningkatan kapasitas kilang minyak Pertamina di Balikpapan dari 250 ribu barel menjadi 350 ribu barel per hari.

Selain itu, ada juga proyek pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Maloy di Kabupaten Kutai Timur yang hampir selalu ada dalam sambutan Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak.

Cik Asan juga menyebutkan alasan perhatian khusus Komisi XI atas Kalimantan Timur, yaitu pertumbuhan ekonominya yang terus menurun dalam beberapa tahun terakhir.

"Satu-satunya tahun yang meningkat adalah pada 2012, di mana saat itu komoditas andalan Kaltim batu bara dan minyak sedang bagus harganya," jelas Cik Asan.

Setelah itu, apalagi setelah harga minyak dunia juga jatuh mengikuti harga batu bara, ekonomi Kaltim terus memburuk.

Kota Balikpapan, salah satu kota utama di Kaltim selain Kota Samarinda, bahkan mengalami defisit anggaran dan Wali Kota Rizal Effendi menyebut kotanya tengah "bangkrut". (*)

Editor: Didik Kusbiantoro

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga

Generated in 0.0096 seconds memory usage: 0.46 MB