Tana Paser (ANTARA Kaltim) - Pemerintah Kabupaten Paser melibatkan tokoh adat setempat untuk pemberian nama jembatan baru yang menghubungkan Kota Tanah Grogot dengan Desa Tanah Priuk.
"Kami melibatkan tokoh adat untuk memberi nama jembatan baru penghubung kota dan desa," kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Paser, Bachtiar Effendi, di Tanah Grogot, Senin.
Menurut Bachtiar, dari aspirasi para tokoh adat, disepakati nama Jembatan Seratai IV.
Nama itu kata ia, merujuk pada nama sungai yang dilintasi jembatan penghubung Kota Tanah Grogot dengan Desa Tanah Priuk tersebut.
"Karena posisi jembatan di atas Sungai Seratai, maka disepakati namanya sesuai nama sungai tersebut," ucap Bachtiar.
Namun lanjut Bachtiar, nama Jembatan Seratai itu belum secara resmi diumumkan pemerintah daerah melainkan baru kesepakatan para tokoh masyarakat di daerah itu.
"belum resmi sebab itu baru kesepakatan para tokoh adat," katanya.
Sementara untuk jembatan lengkung penghubungn Kota Tanah Grogot dengan Desa Sungai Tuak kata Bachtiar, Pemkab Paser telah memberikan nama yakni Jembatan Kendilo Putri Paser.
"Meski sudah diresmikan dan ditandatangani oleh mantan Bupati Paser Ridwan Suwidi paa 29 Desember 2012, papan nama jembatan itu tidak terpasang. Jadi umumnya warga tidak mengetahui nama resmi jembatan itu," jelasnya.
"Ada yang menyebut Jembatan Sungai Tuak, Jembatan Lengkung Sungai Kandilo, bahkan jembatan kuning karena warna catnya yang kuning," kata Bachtiar. (*)
