Samarinda (ANTARA News - Kaltim) - Diperkirakan sebagian orangtua masih banyak mengabaikan atau tidak mengetahui tentang pentingnya garam beryodium bagi kesehatan keluarga, mengingat kekurangan yodium bisa menimbulkan berbagai penyakit, misalnya gondok, hambatan kecerdasan dan keterbelakangan mental anak.
"Bukan hanya di berbagai daerah namun kami memperkirakan bahwa para orangtua di Samarinda juga kurang perduli atau mungkin tidak mengetahui tentang hal ini. Karenanya, kami melakukan jemput bola (door to door) untuk mensosialisasikan garam bertodium ke sekolah-sekolah," kata Pimpinan Puskesmas Wonorejo drg Aprilia Lailati di Samarinda, Selasa.
Sejumlah sekolah telah mereka datangi, termasuk hari ini (15/2) adalah SDN 001 Kecamatan Sungai Kunjang Jl Cendana Samarinda. Dalam pertemuan itu, Aprilia mengajak anak-anak untuk melakukan tes garam beryodium untuk garam yang dibawa oleh masing-masing anak sekolah dasar itu.
"Tujuannya untuk pendidikan dan kesehatan anak serta keluarganya," papar dia.
Risiko itu karena kekurangan yodium berpengaruh pada awal perkembangan otak.
Yodium merupakan elemen yang sangat penting untuk pembentukan hormon tiroid. Hormon itu sangat diperlukan untuk pertumbuhan normal, perkembangan mental dan fisik, baik pada manusia
maupun hewan.
"Efek yang sangat dikenal orang akibat kekurangan yodium adalah gondok, yakni pembesaran kelenjar tiroid di daerah leher," papar dia.
Salah satu contoh akibat kekurangan yodium, yakni Gaky atau salah satu penyakit yang menyebabkan retardasi mental. Penyakit ini bisa disebut defisiensi yodium atau kekurangan yodium.
Penyakit ini sangat sedikit diketahui oleh masyarakat dan mungkin masih merupakan problem yang ditelantarkan. Saat ini diperkirakan 1.6 miliar penduduk dunia mempunyai risiko kekurangan yodium, dan 300 juta menderita gangguan mental akibat kekurangan yodium.
Kira-kira 30.000 bayi lahir mati setiap tahun, dan lebih dari 120.000 bayi kretin, yakni retardasi mental, tubuh pendek, bisu tuli atau lumpuh.
Berdasarkan standar internasional yang digunakan Food and Drug Administration (FDA), konsumsi yodium maksimal untuk seseorang kira-kira 150 mikogram (mkg) per hari.
Selain menjelaskan tentang arti penting garam beryodium, juga pihaknya mensosialisasikan tentang cuci tangan pakai sabun sebelum makan serta bahaya Narkoba.
Arti Penting Garam Beryodium Sering Diabaikan
Selasa, 15 Februari 2011 18:42 WIB
Pimpinan Puskesmas Wonorejo drg Aprilia Lailati mengajak anak-anak untuk melakukan tes garam beryodium
