Penajam Paser Utara (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (Pemkab PPU), Provinsi Kalimantan Timur, mengoptimalkan dana TJSL atau tanggung jawab sosial dan lingkungan (corporate social responsibility/CSR) perusahaan yang beroperasi di wilayah setempat untuk membangun daerah itu.
"Dana CSR dioptimalkan untuk program dan kegiatan yang dicanangkan dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Penajam," ujar Bupati PPU Mudyat Noor di Penajam, Kamis.
Kontribusi perusahaan melalui TJSL atau CSR perlu dioptimalkan mendukung pembangunan kabupaten, lanjut dia, terutama di wilayah terdampak aktivitas industri.
Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara juga mengoptimalkan pembagian peran pendanaan antara pemerintah pusat, provinsi, kabupaten hingga desa, agar tidak semua beban ditanggung APBD Kabupaten Penajam Paser Utara.
Pemerintah kabupaten fokus terhadap penentuan skala prioritas agar program dan kegiatan yang dijalankan tetap berdampak langsung bagi masyarakat, jelas dia, seiring banyaknya usulan yang masuk melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kabupaten Penajam.
Proses penyaringan program dan kegiatan menjadi krusial agar kebijakan yang dihasilkan tetap realistis sekaligus tepat sasaran, timpal Mudyat Noor lagi, dan memastikan yang masuk APBD benar-benar prioritas dan bisa dirasakan manfaatnya.
"Musrenbang untuk memastikan aspirasi masyarakat masuk dalam perencanaan anggaran," tambah Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Penajam Paser Utara Raup Muin.
Tercatat sekitar 899 pokok pikiran (pokir) telah dihimpun dari berbagai wilayah di Kabupaten Penajam Paser Utara, serapan langsung dari masyarakat kabupaten setempat tersebut, kata dia pula, meliputi sektor pendidikan, kesehatan, infrastruktur, hingga sosial dan pariwisata.
Ratusan usulan masyarakat itu bukan sekedar daftar, tetapi kebutuhan nyata warga kabupaten yang diupayakan berlanjut masuk program dan kegiatan pemerintah kabupaten, demikian Raup Muin.
