Samarinda (ANTARA) - Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Timur (Dispar Kaltim) mengembangkan desa wisata melalui penguatan empat pilar, yakni kelembagaan, pemberdayaan masyarakat, infrastruktur dan aksesibilitas, serta pilar digitalisasi dan promosi.
"Dalam pilar penguatan kelembagaan, hal prinsip yang dilakukan adalah dengan memperkuat struktur manajemen dan kolaborasi antar-sektor dalam penajaman program," ujar Kepala Dispar Provinsi Kaltim Ririn Sari Dewi di Samarinda, Rabu.
Untuk pilar pemberdayaan masyarakat, langkah yang ditempuh adalah dengan meningkatkan kapasitas pengelola wisata dan ekonomi kreatif agar mampu menghadirkan pengalaman autentik dan edukatif bagi wisatawan.
Dalam pilar infrastruktur dan aksesibilitas, dilakukan kolaborasi dengan pihak terkait untuk memperbaiki fasilitas publik dan layanan pendukung sesuai standar kearifan lokal masyarakat.
Terkait dengan pilar digitalisasi dan promosi, di antara hal yang dilakukan adalah dengan mendorong pelaku ekonomi kreatif memanfaatkan teknologi digital dalam pemasaran produk unggulan secara mandiri.
Ririn melanjutkan, melalui kolaborasi dengan pihak terkait, diantara keberhasilan yang sedang berjalan saat adalah telah dilakukan perjanjian kerja sama dengan berbagai pihak di Kaltim dalam menggarap 13 desa wisata di sejumlah kabupaten/kota.
"Kerja sama hingga pola pendampingan di 13 desa wisata ini mencakup aspek atraksi, aksesibilitas, amenitas, hingga manajemen kelembagaan, guna mencapai standar destinasi yang diakui nasional maupun internasional," kata Ririn.
Sebanyak 13 desa wisata yang dikembangkan ini adalah Kampung Tenun Samarinda, dilakukan kerja sama dengan Bank Indonesia Kaltim, Desa Wisata Pulau Besing di Kabupaten Berau melalui kerja sama dengan PT Berau Coal.
Desa Wisata Tanjung Batu di Berau melalui kerja sama dengan PT Migas Mandiri Pratama, Desa Wisata Kang Bejo di Balikpapan kolaborasi dengan PT PLN Nusantara Power Unit Kaltimra, Wisata Bontang Baru Bersinar di Kota Bontang melalui kolaborasi dengan PT Pupuk Kalimantan Timur.
Kemudian Desa Wisata Tanjung Isuy di Kabupaten Kutai Barat melalui pendampingan oleh Otoritas Jasa Keuangan Kaltim, Desa Wisata Kersik di Kabupaten Kutai Kartanegara berkolaborasi dengan PT Pertamina Hulu Kaltim, Wisata Sumber Sari di Kutai Kartanegara kerja sama dengan PT Anugerah Bara Kaltim.
Berikutnya adalah Desa Wisata Kaliorang di Kabupaten Kutai Timur melalui kolaborasi dengan PT Indexim Coalindo, Wisata Rindang Benua di Kutai Timur melalui kerja sama dengan PT Kaltim Prima Coal.
"Lantas Desa Wisata Batu Majang di Kabupaten Mahakam Ulu kerja sama dengan Bank Kaltimtara, Wisata Klempang Sari di Kabupaten Paser kolaborasi dengan PT Kideco, dan Desa Wisata Nipah-Nipah di Kabupaten Penajam Paser Utara kolaborasi dengan Bank Indonesia Balikpapan," tutur Ririn.
Pewarta: Novi AbdiEditor : M.Ghofar
COPYRIGHT © ANTARA 2026