Samarinda (ANTARA) - Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Timur (Dispar Kaltim) memproyeksikan jumlah kunjungan wisatawan di berbagai destinasi wisata sepanjang libur Lebaran 2026, mengalami kenaikan 5-10 persen dibanding Lebaran 2025 yang mencapai 480.626 orang.
Jika target kenaikan minimal 5 persen terpenuhi dari 480.626 kunjungan pada libur Idul Fitri tahun lalu, maka di libur Idul Fitri tahun ini akan bertambah 24.032 kunjungan, atau naik menjadi 504.858 kunjungan.
"Kami yakin kenaikan ini bisa tercapai karena hingga Selasa, dua hari lalu saja, Ibu Kota Nusantara (IKN) sudah dikunjungi sebanyak 143.126 orang," kata Sekretaris Dinas Pariwisata Provinsi Kaltim Restiawan Baihaqi di Samarinda, Kamis.
Sedangkan dari 10 kabupaten/kota yang tersebar di Kaltim, ia belum berani membeberkan berapa total jumlah kunjungan karena data yang masuk terus bergerak seiring masih berlangsungnya hari libur.
Berdasarkan pengamatan yang pihaknya lakukan, sejumlah lokasi wisata memang dipadati banyak pengunjung baik beberapa pantai di Muara Badak, Marangkayu, Samboja, hingga jejeran pantai di Kota Balikpapan.
Bukan hanya pantai, tempat penginapan di kawasan pantai juga penuh, sehingga ia makin optimistis bahwa akan terjadi peningkatan jumlah pengunjung di musim libur Lebaran tahun ini.
Beberapa destinasi wisata di Kabupaten Berau, berdasarkan laporan sementara juga banyak dipadati pengunjung, di antaranya di Buduk-Biduk dan di Kepulauan Derawan.
"Bahkan di Pulau Miang, Kecamatan Sangkulirang, Kutai Timur, pulau seluas sekira 3 kilometer persegi ini pun ramai dikunjungi warga. Ada 20 resort di pulau itu, waktu saya cek kemarin, ternyata resort masih penuh," katanya.
Ia pun memperkirakan puncak kunjungan pada sejumlah destinasi wisata akan terjadi Sabtu dan Minggu, pekan ini, kemudian diharapkan pada Senin pekan depan, semua data kunjungan wisata dari kabupaten/kota bisa terkumpul.
Pada libur Lebaran tahun lalu, lanjutnya, perputaran uang dari sektor pariwisata diperkirakan mencapai Rp48 miliar, baik yang dihitung dari kunjungan destinasi wisata di 10 kabupaten/kota hingga kunjungan ke IKN yang saat itu sebanyak 64.000 orang.
"Sedangkan tahun ini tingkat kunjungan ke IKN naik drastis menjadi 143.126 wisatawan, kemudian akan diikuti dari kabupaten/kota yang sekarang masih proses perhitungan, dengan tingkat kunjungan yang naik, tentu akan diikuti pula dengan naiknya perputaran uang," ujar Baihaqi.
Pewarta: Novi AbdiEditor : M.Ghofar
COPYRIGHT © ANTARA 2026