Samarinda (ANTARA) - Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian terus menggalang sinergi yang kuat antara pihak sekolah dan keluarga demi mencetak generasi muda Indonesia yang unggul dan berkarakter.

"Keluarga harus menjadi mitra aktif pendidikan, memberikan teladan nilai, mendampingi belajar, dan menjaga komunikasi emosional dengan anak," kata Hetifah di Samarinda, Kalimantan Timur, Minggu.

Upaya penguatan kolaborasi tersebut salah satunya diperdalam melalui sebuah lokakarya pendidikan yang melibatkan seratus guru serta komite sekolah se-Kabupaten Kutai Kartanegara.

Menurut Hetifah, kegiatan itu sejalan dengan semangat Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas). Ia juga mengingatkan kembali bahwa keberhasilan anak bukanlah tanggung jawab tunggal institusi formal.

Legislator RI daerah pemilihan Kaltim itu mendorong setiap satuan pendidikan agar bertransformasi menjadi ruang belajar yang ramah dan terbuka bagi keluarga murid.

"Sekolah juga perlu segera menyediakan kanal komunikasi yang mudah diakses serta memberikan ruang partisipasi seluas-luasnya bagi para orang tua," jelas Hetifah yang menakhodai komisi DPR bidang pendidikan, kebudayaan, riset, teknologi, pariwisata, ekonomi kreatif, kepemudaan, olahraga, dan perpustakaan.

Baca juga: Kaltim pugar sekolah kritis demi putus rantai kemiskinan

Menyambut hal itu Kepala Cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Wilayah III Kaltim Muhammad Ruslie turut menggenjot upaya tersebut dengan menekankan pentingnya komunikasi dua arah yang konsisten.

"Penyelarasan nilai-nilai dasar seperti kedisiplinan dan etika antara rumah dan sekolah menjadi kunci utama dalam mengoptimalkan pendampingan belajar siswa setiap harinya," ungkap dia.

Kepala Disdikbud Kabupaten Kutai Kartanegara Heriansyah turut menegaskan bahwa fondasi utama pendidikan moral dan karakter anak selalu bermula dari lingkungan keluarga.

Narasumber lokakarya pendidikan Suharman menambahkan bahwa penguatan kemitraan sekolah dan keluarga perlu didukung program yang terarah, termasuk peningkatan kapasitas guru dalam membangun komunikasi efektif dengan orang tua.

Senada dengan itu,Wildaniyati yang juga narasumber lokakarya menyoroti pentingnya praktik konkret di sekolah, seperti forum komunikasi rutin dan kegiatan kolaboratif yang melibatkan orang tua secara langsung dalam proses pendidikan.

Baca juga: Kaltim edukasi 75.092 keluarga cegah tengkes



Pewarta: Ahmad Rifandi
Editor : Imam Santoso

COPYRIGHT © ANTARA 2026