Samarinda (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melakukan pemugaran sekolah dengan kondisi kritis sebagai upaya untuk memutus rantai kemiskinan di wilayah tersebut.

"Pendidikan adalah satu-satunya kunci untuk menekan kemunduran, sehingga kami tidak akan membiarkan anak-anak belajar di bangunan tak layak untuk belajar," tegas Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas'ud di Samarinda, Jumat.

Intervensi ini dipicu oleh masukan masyarakat dari berbagai kabupaten, termasuk Kutai Kartanegara, yang melaporkan krisis kekurangan fasilitas belajar dan rusaknya ruang kelas.

"Rehabilitasi dan pembangunan infrastruktur pendidikan kini menjadi harga mati agar keselamatan peserta didik terjamin mutlak saat menuntut ilmu," ungkap Rudy.

Pembangunan fasilitas sekolah di kawasan tertinggal seperti Kutai Barat dieksekusi secara beriringan dengan pembukaan akses jalan penghubung yang memadai.

Sebagai upaya kesejahteraan insan pendidikan, ujar Rudy, sebanyak 43.000 guru di Kalimantan Timur telah diberikan insentif daerah senilai Rp500.000 per bulan guna melengkapi tunjangan dari pusat sebesar Rp300.000.

 

Gubernur mengapresiasi kinerja Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian mewakili daerah Kalimantan Timur, yang mengawal perbaikan sarana pendidikan daerah ini agar pemerintah pusat memberikan dukungan yang lebih masif.

"Upaya perbaikan pendidikan turut menyasar pendampingan percepatan akreditasi pada tingkat SD, SMA, dan SMK yang terus kami genjot," kata Gubernur Rudy.

Pihaknya juga tetap meningkatkan kapasitas tenaga pendidik melalui penguatan vokasi bagi guru dan dosen agar mampu mencetak generasi yang berdaya saing tinggi.

"Sebagai contoh, kami melakukan penguatan pendidikan di wilayah penyangga Ibu Kota Nusantara, seperti pendirian SMA Negeri 8 di Penajam Paser Utara yang kini masuk dalam radar prioritas realisasi pemerintah daerah," ungkap Rudy.

Saat ini, perluasan infrastruktur fisik turut dieksekusi untuk menggenjot daya tampung sekolah negeri yang baru mencapai 48 persen di kawasan padat seperti Balikpapan hingga pelosok Kutai Timur.

Pemerintah provinsi juga menggebrak lewat upaya penambahan program Garuda Transformasi untuk mencetak sekolah berstandar internasional sekaligus mendongkrak kualitas fasilitas pendidikan di wilayah tertinggal agar tak lagi kalah dari kawasan perkotaan.

 



Pewarta: Ahmad Rifandi
Editor : Imam Santoso

COPYRIGHT © ANTARA 2026