Samarinda (ANTARA) - Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) tahun ini menargetkan memberi edukasi sebanyak 75.092 keluarga pada Proyek Prioritas Nasional 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) sebagai upaya mencegah tengkes atau stunting baru.
"Ini merupakan program pemerintah untuk meningkatkan kesehatan, gizi, dan perkembangan anak pada masa kritis yang dimulai sejak dalam kandungan hingga anak berusia 2 tahun atau selama HPK," ujar Ketua Tim Kerja Data dan Informasi Publik Perwakilan Kemendukbangga/ BKKBN Kaltim Sitti Mayasari Hamzah di Samarinda, Selasa.
Proyek Prioritas Nasional (Pro PN) 1.000 HPK ini merupakan salah satu program strategis yang diluncurkan oleh Kemendukbangga dalam upaya penanganan stunting.
Program lainnya yang juga digalakkan antara lain Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting), pemberian makanan tambahan, serta tablet penambah darah untuk ibu hamil dan remaja putri.
Berkat masifnya Program Genting, Pro PN 1000 HPK, dan berbagai langkah lain dengan pelibatan banyak unsur terutama pentahelix, kata dia, maka prevalensi stunting Kaltim pada 2025 menjadi 15,94 persen, jauh menurun ketimbang tahun sebelumnya yang tercatat 22,2 persen.
Baca juga: Penajam cegah tengkes dengan tim pendamping keluarga
Edukasi tentang Pro PN 1000 HPK menjadi hal penting, lanjutnya, karena periode tersebut sebagai "periode emas", yakni pertumbuhan dan perkembangan otak serta organ tubuh anak berlangsung sangat cepat dan kondisi pada masa ini akan berpengaruh besar terhadap kualitas hidup pada masa depan.
Ia optimisitis target edukasi sebanyak 75.092 keluarga itu akan tercapai, karena selain melibatkan banyak pihak juga jumlah keluarga sasaran Bina Keluarga Balita (BKB) jauh lebih banyak, yakni mencapai 185.603 keluarga.
"Rinciannya, di Kabupaten Paser terdapat 16.481 keluarga sasaran dengan target edukasi Pro PN 1000 HPK 5.377 keluarga, Kutai Kartanegara terdapat 35.277 keluarga sasaran dengan target 9.488 keluarga, dan Berau terdapat 13.316 sasaran dengan target 5.157 keluarga," katanya.
Kemudian Kabupaten Kutai Timur ada 19.251 keluarga sasaran dengan target yang harus dilakukan edukasi sebanyak 5.878 keluarga dan Penajam Paser Utara terdapat 10.828 keluarga sasaran dengan target edukasi 5.191 keluarga.
"Lantas di Kota Balikpapan terdapat 40.167 keluarga sasaran dengan target edukasi sebanyak 23.321 keluarga, Samarinda terdapat 29.781 sasaran dengan target 12.975 keluarga, dan di Kota Bontang terdapat 9.656 keluarga sasaran dengan target edukasi sebanyak 5.137 keluarga," kata Sitti Mayasari.
Baca juga: Mahulu percepat penurunan stunting lewat mutu gizi
Pewarta: M.GhofarEditor : Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2026