Tenggarong, Kaltim (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, berupaya mendongkrak Indeks Pembangunan Manusia (IPM) melalui pendirian Sekolah Lansia dengan penekanan pada pendidikan kesehatan, pencegahan penyakit degeneratif, pola makan sehat, serta aktivitas fisik.
"Keberadaan Sekolah Lansia ini sejalan dengan misi Kukar Idaman Terbaik guna memberdayakan lansia, sekaligus untuk meningkatkan IPM, termasuk untuk menciptakan masyarakat yang sehat, mandiri, dan berkualitas," ujar Asisten III Sekretariat Daerah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) Dafip Haryanto di Tenggarong, Ahad.
Upaya meningkatkan IPM melalui Sekolah Lansia penting, kata dia, karena pembentuk IPM ada tiga dimensi, yakni dimensi umur panjang dan hidup sehat, dimensi pengetahuan, dan dimensi standar hidup layak.
Sedangkan penekanan dalam Sekolah Lansia ada pada dua dimensi yaitu umur panjang dan hidup sehat, serta dimensi standar hidup layak.
Pihaknya berkomitmen meningkatkan IPM dengan melakukan berbagai pola, sehingga komitmen ini diwujudkan dengan adanya peningkatan dari tahun ke tahun, seperti pada 2023 IPM Kukar dari sebesar 75,95 naik menjadi 76,57 pada 2024, pada 2025 kembali naik menjadi 77,25.
Sedangkan berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) periode 2025 - 2029, Kabupaten Kukar menargetkan pencapaian IPM naik menjadi 84, sehingga pihaknya melakukan banyak upaya dengan menggandeng berbagai pihak untuk mencapainya.
Salah satunya, kata dia, menggandeng Kemendukbangga/ BKKBN Kalimantan Timur dalam pendirian Sekolah Lansia di Desa Panoragan, Kecamatan Loa Kulu, yang diresmikan Sabtu (22/11) kemarin melalui Program Sidaya (Lansia Berdaya).
"Peresmian Sekolah Lansia ini merupakan salah satu wujud komitmen Pemkab Kukar dalam menghadirkan pendidikan, pembinaan kesehatan, dan pemberdayaan sosial bagi kelompok usia lanjut, sekaligus untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat lanjut usia," kata Dafip.
Ia menyebut Sekolah Lansia merupakan bentuk perhatian nyata pemerintah terhadap lansia agar tetap produktif, sehat, dan berdaya, karena usia tidak menjadi penghalang untuk terus belajar dan berkontribusi dalam kehidupan bermasyarakat.
Sekolah Lansia di Desa Panoragan ini terdapat 111 lansia berusia di kisaran 65 tahun yang menjadi angkatan perdana. Sekolah Lansia ini juga merupakan yang pertama di Kabupaten Kukar, sehingga selain menjadi percontohan, juga diharapkan menjadi pelopor pendidikan lansia baik di Kecamatan Loa Kulu maupun se- Kabupaten Kukar.
