Penajam Paser Utara (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur berupaya mencegah kekerdilan anak akibat kurang gizi (stunting) melalui tim pendamping keluarga yang memiliki akses langsung di lingkungan masyarakat.

"Fokus utama tim pendamping keluarga pencegahan stunting dari sektor hulu," ujar Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Kabupaten Penajam Paser Utara Jansje Grace Makisurat di Penajam, Jumat.

Tim pendamping keluarga memastikan setiap intervensi dasar dari pemerintah kabupaten benar-benar diterima keluarga yang membutuhkan.

Program dilakukan secara berjenjang, dimulai dari koordinasi tingkat kabupaten hingga menjangkau tingkat kecamatan, desa, dan kelurahan, dengan melibatkan kader Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dan kader KB.

Tim memiliki akses langsung dengan masyarakat untuk memberikan pendampingan berkelanjutan kepada kelompok sasaran dari remaja putri hingga bayi bawah lima tahun (balita).

Baca juga: DPPKB Samarinda kuatkan pencegahan cegah tengkes baru lewat MBG

"Tim juga memantau secara langsung kepatuhan remaja putri minum tablet tambah darah guna mencegah risiko kesehatan di masa depan," tambahnya.

Pemberian tablet tambah darah bagi remaja putri tersebut dari Dinas Kesehatan Kabupaten Penajam Paser Utara, dan tim pendamping keluarga memastikan remaja putri mengonsumsi tablet tambah darah itu.

Kepatuhan sangat penting meminimalisasi risiko pendarahan hebat saat persalinan serta menjaga kesehatan reproduksi sejak dini.

Kemudian juga memperluas jangkauan edukasi hingga ke lingkungan sekolah, untuk menekan angka pernikahan dini yang menjadi salah satu pemicu utama kasus stunting, demikian Jansje Grace Makisurat.

Baca juga: 15.594 orang terima program Genting Kaltim



Pewarta: Nyaman Bagus Purwaniawan
Editor : Imam Santoso

COPYRIGHT © ANTARA 2026