Tenggarong, Kaltim (ANTARA) - Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Kutai Kartanegara (Dispar Kukar), Kalimantan Timur (Kaltim), mengembangkan ekonomi kreatif (ekraf) sebagai salah satu langkah mendukung transformasi ekonomi, agar ke depan tidak bergantung pada sektor penggalian dan pertambangan.
Beberapa lapangan usaha yang terus digenjot oleh Pemkab Kukar dalam transformasi ekonomi antara lain optimalisasi pertanian tanaman pangan, hortikultura, peternakan, perkebunan, perikanan dan kelautan, hilirisasi, pariwisata dan sektor turunannya.
"Selain pariwisata yang memang terus kami genjot. Ekraf yang memiliki 17 subsektor usaha ini juga terus menjadi perhatian karena ekraf pun berkaitan erat dengan pengembangan pariwisata," ujar Plt Kepala Dispar Kukar Awang Agus Dermawan di Tenggarong, Sabtu.
Dari 17 subsektor ini, usaha yang menonjol di Kukar adalah kuliner, kriya, seni pertunjukan. Sedangkan yang berpotensi besar berkembang dilihat dari pertumbuhannya antara lain subsektor perfilman, animasi, musik, dan fotografi.
"Pemkab juga terus berupaya memperkuat ekosistem ekraf hingga ke tingkat kecamatan melalui berbagai program pelatihan berkelanjutan, bantuan stimulan, dan pembentukan Komite Ekonomi Kreatif (Kekraf) mulai tingkat kabupaten hingga kecamatan," katanya.
Baca juga: Kemenekraf-Otorita IKN perkuat daya saing UMKM di pasar daring
Sebelumnya, saat "Event Bookers Night Gathering" antara pelaku ekraf, manajemen Hotel Grand Elty Tenggarong, dan Dispar Kukar pada Rabu (22/4/2026), Awang Agus juga menyatakan bahwa pihaknya siap berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk mendukung transformasi ekonomi daerah.
Ia pun menyatakan bahagia karena bisa berkumpul dengan para praktisi dan pelaku ekraf dari berbagai kecamatan di Kukar, mengingat ekraf menjadi salah satu sektor penting dan strategis dalam transformasi ekonomi Kabupaten Kukar.
Berdasarkan data 2024, jumlah pelaku ekraf Kukar ada sekira 4.000 individu atau unit usaha. Jumlah berasal dari berbagai jenis unit usaha seperti kuliner, kriya, seni pertunjukan, fesyen, desain visual, dan fotografi.
Dari 17 subsektor ekraf, usaha kuliner dan kriya merupakan jenis usaha yang paling banyak, yakni terdapat 3.101 pelaku usaha kuliner, diikuti oleh usaha kriya sebanyak 287 unit yang meliputi kerajinan tangan berupa anyaman, ukiran kayu, tenun, dan batik.
"Ekraf merupakan konsep ekonomi yang berfokus pada pemanfaatan ide, pengetahuan, dan kreativitas individu untuk menciptakan nilai tambah dalam berbagai sektor ekonomi, maka kreativitas dan inovasi merupakan hal penting dalam produksi hingga langkah meraih pasar," katanya.
Baca juga: Ramadhan Temindung Samarinda diarahkan jadi penguat ekonomi kreatif
Pewarta: M.GhofarEditor : Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2026