Samarinda (ANTARA) - Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Timur (Dinsos Kaltim) mendekatkan 12.500 paket bantuan logistik yang disebarkan ke berbagai daerah untuk memangkas waktu distribusi saat kondisi darurat bencana.
"Sistem penyaluran logistik kini diubah dengan melibatkan penempatan sebagian barang secara langsung di wilayah kabupaten maupun kota agar posisinya jauh lebih dekat dengan lokasi bencana, dibandingkan dengan dipusatkan di gudang logistik ibu kota provinsi," kata Kepala Dinas Sosial Kaltim Andi Muhammad Ishak di Samarinda, Senin.
Menurut dia, penempatan logistik yang lebih terdesentralisasi tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memberikan pertolongan kemanusiaan secara cepat dan tepat sasaran.
Langkah ini, kata Andi, sejalan dengan kewajiban konstitusional instansi terkait untuk merealisasikan lima indikator utama dalam standar pelayanan minimal pada bidang penanganan kebencanaan.
Standar pelayanan sosial tersebut meliputi jaminan ketersediaan permakanan bergizi, penyediaan pakaian layak pakai, hingga pendirian fasilitas tempat penampungan sementara bagi para pengungsi.
"Pelayanan publik berstandar tinggi ini juga mewajibkan kehadiran negara dalam memberikan intervensi penanganan psikososial khusus untuk memulihkan kondisi kejiwaan masyarakat setelah bencana," ujar Andi.
Proses penetapan jumlah kuota belasan ribu paket logistik oleh Dinsos Kaltim untuk tahun berjalan ini tidak dilakukan secara asal, melainkan melalui perhitungan matang berdasarkan data kejadian masa lampau.
Dinsos Kaltim mencatat rekam jejak kebencanaan bahwa rata-rata kebutuhan bantuan fisik di wilayah Benua Etam secara fluktuatif berada pada kisaran 12.000 hingga 17.000 paket setiap tahunnya.
Selain melakukan upaya taktis pada rantai pasok kebutuhan pokok, pemerintah secara tegas juga telah mengatur skema pembagian kewenangan tugas penanggulangan musibah antar-tingkat pemerintahan.
Regulasi pembagian beban kerja tersebut menetapkan bahwa tanggung jawab utama penanganan akan dibebankan kepada pemerintah kabupaten atau kota jika jumlah korban mencapai ambang batas 50 orang.
Guna menjamin seluruh kebijakan percepatan bantuan ini tereksekusi secara maksimal di lapangan, Dinsos Kaltim menyiagakan kekuatan dari 300 personel tim siaga aktif.
Tim Siaga Bencana daerah telah digembleng secara khusus melalui berbagai program pelatihan dasar penanggulangan situasi darurat.
"Upaya sistematis dalam meningkatkan kapasitas keahlian sumber daya manusia ini dijadikan agenda rutin tahunan demi menjaga tingkat kesiapsiagaan daerah dalam menghadapi berbagai potensi bencana," kata Andi.
Pewarta: Ahmad RifandiEditor : M.Ghofar
COPYRIGHT © ANTARA 2026