Samarinda (ANTARA) - Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Samarinda Kalimantan Timur menyatakan peristiwa kebakaran di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 2 Samarinda pada Rabu, menghanguskan delapan ruang.
"Satu bangunan berlantai dua yang terdiri atas delapan ruang kelas mengalami kerusakan berat akibat kebakaran," kata Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Samarinda Hendra AH, di Samarinda, Rabu.
Dinas Damkar dan Penyelamatan Samarinda mencatat kejadian tersebut mulai berlangsung pada pukul 15.20 Wita, pada bangunan SMPN 2 di Jalan KH Ahmad Dahlan, Kelurahan Sungai Pinang Luar.
"Upaya pemadaman berlangsung selama 40 menit dengan melibatkan tujuh unit mobil tangki pemadam dari pemerintah dan unsur satuan pemadam swasta," kata Hendra.
Tim pemadam di lapangan mendapat tambahan bantuan 20 unit mesin pompa portabel yang dioperasikan oleh berbagai kelompok relawan Kota Samarinda.
Hendra memastikan bahwa insiden yang merusak delapan ruang kelas itu tidak menimbulkan korban jiwa maupun korban luka.
"Tidak adanya korban tersebut dipastikan karena seluruh area gedung sekolah dalam keadaan kosong tanpa kegiatan belajar mengajar saat kebakaran terjadi," ujar Hendra.
Operasi pemadaman, imbuh dia, berjalan lancar karena petugas gabungan tidak menemukan kendala akses maupun hambatan teknis di lokasi kejadian.
Dugaan sementara dari pihak berwenang menyebutkan pemicu kebakaran tersebut adalah masalah arus pendek listrik (korslet) di lantai dua bangunan sekolah.
Penanganan darurat di lapangan melibatkan sejumlah unsur termasuk Palang Merah Indonesia, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah hingga tim medis Info Taruna Samarinda,
Hendra menambahkan, petugas Perusahaan Listrik Negara juga hadir untuk memutus aliran listrik guna menjamin keselamatan tim pemadam selama proses penanggulangan bencana.
"Pengaturan lalu lintas di sekitar lokasi mendapat pengamanan langsung dari personel Dinas Perhubungan dan Kepolisian Resor Kota Samarinda," sebut Hendra.
Pihak kepolisian saat ini sedang melakukan penyelidikan untuk menemukan penyebab pasti kemunculan api tersebut.
Pewarta: Ahmad RifandiEditor : M.Ghofar
COPYRIGHT © ANTARA 2026