Samarinda (ANTARA) - Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Samarinda memperketat pengawasan dan memastikan kesiapsiagaan guna mengantisipasi ancaman kebakaran selama Ramadhan 1447 Hijriah, dengan menurunkan personel di 11 posko strategis untuk bersiaga selama 24 jam guna menjamin keamanan warga setempat.

Kepala Disdamkarmat Kota Samarinda Hendra AH di Samarinda, Jumat, menegaskan bahwa meski tidak ada penambahan posko khusus, optimalisasi infrastruktur yang ada di titik-titik krusial menjadi prioritas utama.

“Menghadapi momen Ramadhan, kekuatan personel kami kerahkan seperti biasa, namun dengan kewaspadaan yang ditingkatkan. Posko 1 hingga 11 selalu siap siaga 24 jam penuh untuk merespons keadaan darurat dengan cepat,” ujar Hendra.

Ia mengungkapkan berdasarkan data evaluasi tahun-tahun sebelumnya pola peningkatan risiko kebakaran selama Ramadhan yang didominasi oleh faktor kelalaian manusia (human error).

Aktivitas memasak pada waktu sahur menjadi sorotan utama, karena seringkali berujung fatal jika tidak diawasi.

Banyak insiden ketika warga menyalakan kompor pada dini hari, namun karena kelelahan setelah menjalani rangkaian ibadah atau aktivitas seharian, mereka tertidur sebelum sempat mematikan api.

“Potensi bahaya biasanya muncul saat warga memasak di waktu subuh kemudian ketiduran. Kelelahan akibat aktivitas ibadah yang intensif terkadang membuat kewaspadaan menurun. Ini yang benar-benar harus diwaspadai masyarakat,” kata Hendra.

Selain aktivitas dapur, faktor eksternal, seperti cuaca ekstrem yang tidak menentu turut menjadi perhatian serius. Hendra mengimbau warga tidak melakukan aktivitas pembakaran sampah atau pembersihan lahan secara sembarangan, terutama saat cuaca panas menyengat.

“Jika terjadi panas terik tanpa hujan selama beberapa hari, lahan kering menjadi sangat rentan. Kami meminta kerja sama warga untuk tidak memicu percikan api sekecil apapun di area terbuka,” imbuhnya.

Sebagai langkah preventif dan percepatan penanganan (response time), Disdamkarmat Samarinda menginstruksikan masyarakat untuk segera melapor jika melihat asap atau percikan api sekecil apa pun melalui kanal berikut, Call Center Damkar di masing-masing wilayah kecamatan.

Kemudian, melalui Jalur Radio Komunikasi (HT) yang terhubung dengan relawan dan petugas lapangan, dan ketiga bisa laporan langsung dengan mendatangi pos pemadam kebakaran terdekat.

“Personel kami siaga 24 jam, namun peran aktif masyarakat sebagai 'mata dan telinga' kami di lapangan adalah kunci utama pencegahan. Jangan menunggu api membesar untuk melapor,” ujar Hendra.



Pewarta: Arumanto
Editor : M.Ghofar

COPYRIGHT © ANTARA 2026