KSOP batasi muatan kapal tongkang

  • Minggu, 6 September 2026 20:31

Kapal tongkang bermuatan batu bara melintasi sungai Mahakam yang sedang mengalami penyusutan debit air di Samarinda, Kalimantan Timur, Minggu (6/9/2026). Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Samarinda memberikan instruksi kepada seluruh perusahaan dan pemilik pelabuhan untuk membatasi muatan kapal tongkang pengangkut batu bara menjadi 5.500-6.000 ton dari sebelumnya 7.000 ton karena dapat membahayakan proses pelayaran akibat adanya penyusutan debit air sungai Barito dan Mahakam. ANTARA FOTO/Angga Palguna

Foto udara kapal tongkang melintasi sungai Mahakam yang sedang mengalami penyusutan debit air di Samarinda, Kalimantan Timur, Minggu (6/9/2026). Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Samarinda memberikan instruksi kepada seluruh perusahaan dan pemilik pelabuhan untuk membatasi muatan kapal tongkang pengangkut batu bara menjadi 5.500-6.000 ton dari sebelumnya 7.000 ton karena dapat membahayakan proses pelayaran akibat adanya penyusutan debit air sungai Barito dan Mahakam. ANTARA FOTO/Angga Palguna

Foto udara kapal tongkang di sungai Mahakam yang sedang mengalami penyusutan debit air di Samarinda, Kalimantan Timur, Minggu (6/9/2026). Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Samarinda memberikan instruksi kepada seluruh perusahaan dan pemilik pelabuhan untuk membatasi muatan kapal tongkang pengangkut batu bara menjadi 5.500-6.000 ton dari sebelumnya 7.000 ton karena dapat membahayakan proses pelayaran akibat adanya penyusutan debit air sungai Barito dan Mahakam. ANTARA FOTO/Angga Palguna

Foto udara kapal tongkang bermuatan batu bara melintasi sungai Mahakam yang sedang mengalami penyusutan debit air di Samarinda, Kalimantan Timur, Minggu (6/9/2026). Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Samarinda memberikan instruksi kepada seluruh perusahaan dan pemilik pelabuhan untuk membatasi muatan kapal tongkang pengangkut batu bara menjadi 5.500-6.000 ton dari sebelumnya 7.000 ton karena dapat membahayakan proses pelayaran akibat adanya penyusutan debit air sungai Barito dan Mahakam. ANTARA FOTO/Angga Palguna

Berita Terkait